Kamis, 29 Oktober 2020

Belajar Sejarah

Setelah setahun lebih kami sekeluarga tidak mudik ke Magelang karena pandemi, long weekend kali ini kami menyempatkan untuk mudik. Sempat maju mundur sebenarnya karena bagaimanapun pandemi ini belum selesai. Tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kami memutuskan untuk mudik. Tentunya dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Nah, sejak beberapa waktu lalu, Nadya memiliki keinginan untuk mengunjungi Candi Borobudur. Anak gadis ini memang senang bepergian ke tempat sejarah seperti museum. Tak heran ketika kami berkunjung ke Magelanng, sering eyangnya akan mengajak ke tempat wisata seperti keraton, museum. Sebelumnya, Candi Borobudur belum pernah masuk ke dalam list yang dikunjungi karena pertimbangan, jarak antara tempat parkir ke candi cukup jauh dutambah butuh stamina untuk naik candi. Eyangnya yang sudah cukup sepuh menyerah kalau harus menemani Nadya. Jika bukan dalan kondisi pandemi, tentunya berkunjung ke Candi Borobudur akan masuk ke dalam agenda selama di Magelang. Dalam situasi begini, ada perasaan khawatir ketika harus berkunjung ke tempat wisata. Namun setelah mendapat masukan dari beberapa Saudara, terutama mempertimbangkan value added jika Nadya berkunjung kesama, akhirnya membuat rencana untuk berkunjung ke Candi Borobudur.

Rencana berkunjung ditetapkan Rabu, dnegan pertimbangan hari tersebut adalah hari pertama libur, harapannya belum banyak wisatwan yang tiba di Borobudur. Selanjutnya, berangkat pagi dari rumah sekitar pukul 07.00 karena Candi akan dibuka mulai pukul 08.00 (jarak rumah-Candi sekitar 40 menit). Infonya kalau pagi, wisatwan masih diperbolehkan naik sampai atas plus pertimbangan kami jika semakin siang khawatir akan semakin padat. Selanjutnya persiapan air minum dan cemilan. Yang paling utama adalah briefing ke anak-anak protokol selama di tempat wisata, diantaranya jika sampai candi sudah penuh, kami batal masuk candi. Kemudian memakai masker selama di candi, tidak jajan sembarangan, dan menjauhi kerumunan.

Pada hari yang ditentukan, anak-anak bangun pagi dan bersiap dengan cepat. Waktu kebernagkatan sedikit molor karena saya harus beberes dulu. Sekitar pukul 7.35 kami berangkat ke Candi, Perjalanan lancar, dan tiba di Candi skeitar pukul 8.00. Alhamdulillah susana candi belum terlalu padat sehingga kami masuk. Selama pandemi ini, Candi Borobudur menerapkan protokol kesehatan yang cukup padat, diantaranya adalah pengunjung tidak dapat naik ke Candi dan hanya diperbolehkan masuk sampai pelataran candi, itupun harus ditemani oleh tour guide. Agak kecewa sebenernya, tetapi karena ada tour guide jadi Nadya bisa mendapat sedikit penjelasan dan cerita tentang candi Borobudur. Saya bilang sedikit karena level pemahaman Nadya belum nyambung dnegan penjelasan tour guide. Walhasil, saya tetap harus menceritakan benang merah antara level pemahaman Nadya dan penjelasan tour guide supaya dapat dipahami. Kesulitannya adalah Candi Borobudur ini adalah candi Budha, yang mana selama ini Nadya tidak terlalu paham dengan tata cara ibadah agama lain. Disini saya agak kesulitan menjelaskan, tetapi niatnya adalah saya mengajarkan sejarahnya jadi saya memposisikan diri berada di level pemahamannya. Saya ingat dulu ketika saya masih kecil, mama saya juga bercerita tentang sejarah candi borobudur beserta cerita pada relief-reliefnya. Sedikit banyak ingatan cerita mama tentang Borobudur masih tertanam dalam pikiran saya, dan cerita itu pula yang saya ceritakan kepada Nadya. So far, Nadya tampak puas dengan penjelasan saya.

Untuk Umar, sepertinya memang belum paham belajar sejarah. Baginya area outdoor di Candi adalah tempat bermain yang menyenangkan. Walaupun satu dua hal, dia belajar kosa kata dan melihat hal baru seperti patung, relief, dan gamelan. Sesekali memang nampak tidak tertarik melihat objek Candi. Namun demikian, bisa bergerak leluasa di ruang terbuka cukup mengalihkan kebosanannya. Alhasil perjalanan pulang pergi Dari tempat parkir ke area candi, yang menurut saya cukup jauh, Umar cukup menikmati dan tida rewel minta gendong. 

Secara umum, perjalanan ke Candi Borobudur kemarin cukup menyenangkan. Dan tujuan tercapai, Nadya sudah tidak penasaran dengan Candi Borobudur. Plus value added atas tambahan ilmu selama di Candi. Alhamdulillah.. 


********

Nilai : 99%

 



 

 #harike1



0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu disini ^^