Kamis, 03 September 2020

Suami Bukan Cenayang - Komunikasi Produktif

Sebagaimana istilah belahan jiwa, seringkali saya merasa saya dan suami adalah satu kesatuan. Dalam konteks tertentu, memang benar pasangan adalah satu kesatuan. Tapi dalam konteks berkomunikasi, suami dan istri adalah dua orang berbeda yang memiliki pemikiran berbeda. Hal seperti ini yang terkadang tidak saya sadari. Saya  merasa bahwa saya dan suami memiliki satu frekuensi sehingga dalam menyampaikan maksud tertentu, seringkali saya tidak menggunakan bahasa yang tepat. Berharap suami dapat memahami maksud saya. dan dalam banyak hal, ketidakmampuan saya untuk menyampaikan sesuatu menimbulkan penafsiran yang berbeda.
Di hari pertama saya memainkan game di kelas Bunda Sayang, saya gagal. Pagi tadi saya mengobrol ringan dengan suami, perihal meteran listrik yang sudah berbunyi. Karena kegagalan saya, mencari diksi yang tepat, menimbulkan salah tafsir bagi suami. Maksud hati, ingin menanyakan nomor token untuk dimasukkan ke meteran listrik, tetiba saya lupa diksi "token", mneyebabkan saya menggantinya dengan bahasa lain yang tidak jelas. Dan ini berakibat salah tafsir. 

Ya, di materi komunikasi produktif ini, kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik kepada pasangan. Menyampaikan maksud dengan jelas, tanpa kode, dan dengan kontak mata yang baik. Sejujurnya hari ini, saya gagal.

Insya Alloh kegagalan hari ini, akan menjadi pembelajaran untuk esok hari. Kontak mata, intonasi, bahasa yang jelas.. Tiga hal pertama yang akan rencana akan saya lakukan besok. 


Bintang : *

#harike-1
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia

0 komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejakmu disini ^^