Sabtu, 22 Januari 2011

Cerita Sore- tentang wanita, tentang saya..

Sore yang tidak sama seperti sore-sore kemarin. Karena ini sabtu, yang berarti day off. Dan menjadi tidak sama karena sore ini dihabiskan dengan melepas kebosanan di sebuah toko buku di daerah Matraman. Yang sama mungkin niatnya ke toko buku itu, bukan untuk beli buku, tapi buat jalan-jalan aja, cuci mata (walaupun biasanya tetep akhirnya ada sesuatu yang dibeli..hha..). Baiklah, karena akan bercerita tentang sesuatu yang berbeda sore ini, jadi aku tidak akan bercerita tentang toko bukunya atau buku-bukunya. Kali ini tentang wanita-wanita menarik yang aku temui sore ini.

Jadi sore itu setelah selesai berputar-putar di toko buku itu, kami-aku dan temanku, memutuskan untuk makan dulu sebelum pulang. Akhirnya kami makan di depan toko buku itu, kami duduk di tempat duduk tepat di bawah tangga menuju halte busway. hmm...walaupun sering juga ke toko buku itu, dan tau banyak yang jual makanan di depan situ, tapi ga pernah kepikir untuk beli makan disitu. Bukan..bukan karena gengsi makan di pingir jalan,tetapi hanya pada situasi tertentu merasa kurang nyaman saja kalo makan dan di tengah lalu lalang orang. Tapi sore itu ingin saja menikmati suasana lain, jadinya ok saja ketika teman saya mengajak makan disitu. Aneh juga sih duduk di bawah tangga  itu, sementara orang-orang berjalan di atasku.hehe..Seperti biasa, kalo lagi di tempat aneh dan diem aja (maksudnya lagi ga ngobrol atau sms an atau telp atau aktivitas laennya), aku selalu suka mengamati keadaan dan orang-orang di sekelilingku, merasakan atmosfer yang ada di situ. Dan sore itu menangkap suatu keganjilan yang dalam kamusku kusebut aneh, ato lebih tepatnya menarik ya, soalnya sampe buat aku mikir sih.hhe..

Tak lama setelah aku duduk, di depan kiri tempat dudukku, datang tiga remaja wanita. Dilihat dari wajah dan dandanannya, tampaknya seusia anak SMA. Hmm..tidak terlalu penting itunya sih, aku lebih tertarik dengan salah seorang diantara mereka.Tidak terlalu terlihat mencolok sih, tapi dia cukup eye catching di mataku. hihi.. Habisnya sempet mikir, dia itu seorang pria. haha..Lihat dari cara duduknya, cara dia makan, gaya rambutnya, dandanannya,bisa deh dibilang dia hampir kaya cowok. hmm.. cowok aja, kalo yang tau etiket makan, makan juga ga begitu amat. Yaah, makan biar di pinggir jalan tetep harus jaga sopan kali, apalagi cewek ini. Jadi intinya aku sendiri risih lihat cara dia makan. Risih tapi kok ya, masih diperhatiin aja ya..Habisnya sambil perhaiin tuh cewek, sambil mikir juga. Ni mbak apa di rumahnya ga pernah diajarin cara makan yang bener ya..apa ortunya ga pernah ngingetin ya...Yaah, akhirnya bertanya-tanya sendiri.

Tidak berapa lama setelah benar benar memperhatikan cewek yang seperti cowok tadi, hidung ini menangkap bau-bauan yang tidak enak. Yup, bau asap rokok. Setelah menoleh ke samping kananku...Masya Allah..ternyata yang merokok adalah mbak di sampingku. Yup, di samping kanan memang ada tiga orang mbak-mbak yang sepertinya pegawai di toko buku tadi. Dan salah satunya merokok..-_-"  Liat ada orang yang merokok aja kesel, apalagi ni yang merokok mbak-mbak.keselnya kan jadi dua kali lipat.Wanita jaman sekarang. hmm..apa iya sih, udah tren ya, wanita jan sekrang merokok..?? Kalo yang ini mikirnya, apa mbak ini merokok buat diet ya.. Pernah baca artikel, merokok itu bisa buat diet, jadi ga makan gitu, secara melihat penampakan mbaknya ini memang cukup gemuk. Kalo untuk diet, mbok  ya pake acara laen aja sih mbak, jangan pake merokok gitu lo. Sayang juga ya, di deket situ ga ada Satpol PP,, tapi bisa jadi ga ngaruh juga sih, peraturan ada buat dilanggar kan ya..Perasaan jelas-jelas udah ada perda larangan merokok di tempat umum. Lah ini denga santainya, merokok gitu..Jadi kesel..

Huff..oke2 selesai dulu keselnya..Lanjut cerita, wanita terakhir yang menarik perhatianku sore tadi adalah dua orang pengamen di metromini. Lebih tepatnya mungkin kalo aku bilang remaja ABG, seusia anak SMP sepertinya. Sebenernya ga ngerti lagu apa yang mereka nyanyiin tadi, yang jelas bisa diterima telingaku, soalnya duetnya lumayan bagus juga. Pengamen yang suaranya bagus sebenernya bukan hal aneh sih. Yang buat aku tertarik nih,  inget cerita seorang mbak pengelola suatu rumah singgah ketika berkunjung kesana. Mbak itu cerita, kalo anak-anak di sekitar rumah singgah itu rata-rata berprofesi sebagai pengamen, copet, dan ga sedikit juga yang jadi PSK. Sejak kecil anak-anak itu sudah seperti diberi karbit untuk dewasa lebih cepat. Bisa dibayangkan lah ya, jika satu keluarga hidup bersama dalam sebuah lapak yang besarnya pun mungkin hanya sebesar kamar kos ku ini. Orang tua bersama anak-anaknya hidup dan tidur bareng di tempat sesempit itu. Dan namanya anak kecil selalu punya sifat ingin tahu. Hasilnya, sejak usia SD, pacaran bukan hal yang  asing untuk anak-anak itu. Lulus SD menikah, juga hal biasa. Cewek usia 20 tahunan, kawin cerai tiga  kali juga bukan cerita yang luar biasa. Dan aku pikir hal seperti itu, akan selalu terulang selama mereka masih berada di tempat seperti itu. Hufftt...Jalanan dan lapak sepertiitu bukan tempat yang aman dan baik untuk tumbuh.
Lalu, sebenarnya apa hubungan ketiga wanita di atas dengan aku. Korelasinya ya jelas, kami ini sama-sama wanita. Dan aku adalah wanita yang prihatin dan miris dengan keadaan seperti itu. Ingat kata-kata dari sebuah buku, "wanita itu adalah tiangnya negara". Maksudnya wanita itu adalah pendidik bagi generasi selanjutnya. Jika para wanita sudah tak mampu mendidik anak-anak mereka dengan baik, maka negara tersebut akan bersiap menghadapi kehancurannya karena tak ada lagi penerus yang amanah dan baik untuk melanjutkan negara tersebut. Disinilah letak peran penting wanita dalam membangun sebuah peradaban. Dan  pada fitrahnya, wanita itu adalah madrasah pertama dalam keluarganya.Wanita yang baik akan mendidik anak-anaknya dengan baik pula.

Maksud tulisan ini bukan untuk mendiskreditkan ketiga wanita itu, bukan  untuk mengatakan bahwa mereka ini bukanlah para calon ibu yang baik untuk anak-anaknya. Dan bukan pula untuk mengatakan, aku tidak seperti itu jadi aku lebih baik dari mereka. Sungguh, bukan itu maksudku. Aku hanya jadi berpikir sendiri tentang diriku. Hidup di kota besar seperti ini jelas bukan hal yang mudah. Dalam setiap kesempatan mengobrol, kadang aku dan teman-teman wanitaku, sering bergumam sendiri seperti ini, "anak-anak kita besok bakal menemui hal-hal seperti ini ya". Maksudnya hal-hal yang menyeramkan dan negatif yang akan mempengruhi pertumbuhan mereka. Yah, hal-hal yang ibunya pun masih sering tercengang. Apalgi beberapa masa ke depan, jaman akan semakin berubah, dan bisa jadi ketika anak-anak itu terlahir di dunia, mereka akan menghadapi hal-hal yang mungkin lebih menyeramkan dari apa yang aku temui hari ini. Naluri wanitaku bekerja, ok, ini buka tanggung jawab yang mudah. Setiap amanah itu akan dipertanggungjawabkan di akherat nanti. Dan seperti apa aku akan mendidiknya dipengaruhi pula dari bekal yang aku milik sekarang yang nantinya akan aku berikan kepada mereka. Mencapai sesuatu yang baik tidak bisa dimiliki dengan instan. Tidak mungkin aku menginginkan mereka rajin solat, pandai baca Al Qur'an kalo ibunya saja tidak bisa. Itu mengapa ilmu menjadi sesuatu yang penting dan wajib dicari.

Hmm..Perjalanan ini memang masih panjang. Tapi tak boleh ada kata lelah untuk berhenti. Walaupun akhirnya hanya dapat berjalan atau merangkak sekalipun, proses harus terus berjalan. Proses untuk menjadi wanita yang lebih baik, proses untuk mempersiapkan diri menjadi ibu yang baik, proses untuk menyiapkan untuk menyiapkan generasi terbaik, dan tujuan besarnya adalah proses untuk membangun peradaban yang lebih baik.






#hanya sebuah catatan untuk mengingatkan diriku atas fitrahku sebagai wanita.





7 komentar:

  1. Sahabat tercinta,
    Dengan hormat saya mengundang anda untuk mengikuti Kontes Unggulan Cermin Berhikmah (K.U.C.B).
    Sahabat hanya diajak untuk membuat sebuah cerita fiksi mini dan menuliskan hikmah atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita yang telah anda tulis. Setelah itu daftarkan artikel tersebut diblog saya - New BlogCamp -

    Hadiahnya sih tidak seberapa tetapi begitu selesai mendaftarkan artikel, anda akan merasakan suatu sensasi yang membahagiakan karena telah mampu menulis suatu artikel yang lain dari biasanya.
    Jika berminat silahkan klik :
    http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah

    Terima kasih
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

    BalasHapus
  2. terima kasih infonya..
    akan segera menuju TKP.. :)

    BalasHapus
  3. mantap Nis...aq bukanlah komentator atopun penulis yang layak buat mengomentari sebuah tulisan..tapi menurut pandanganq sbagai orang awam tulisanmu ini enak banget buat dibaca,menggiring pembaca buat menilai sendiri suatu keadaan tanpa berusaha untuk menghakimi suatu peristiwa tersebut..gaya bahasa dna penuturan yang simpel cocok banget buat jenis tulisan ini..tulisanmu ini layak ikutan kompetisi cerita berhikmah Nis..:)

    BalasHapus
  4. oiya Nis..kayake sebagai seorang calon penulis handal kamu kudu banyak keluar daari zona nyaman coz biasanya zona nyaman tidak banyak melahirkan banyak inspirasi..liat aj tuh iwan fals banyak menghasilkan karya-karya besar ketika ia berada di luar zona nyaman..bahkan mantan wapres pak JK juga selalu berusaha keluar dari zona nyaman untuk mengetahui sebenarnya bagaimana sih kisah hidup rakyatnya yang sesungguhnya..so kapan-kapan qt cari zona-zona yang aneh aneh lagi..siapa tau akan muncul inspirasi besar dari tempat-tempat tersebut..hehehe

    BalasHapus
  5. anonim..??heheh..
    iy,trim masukannya...
    hmm..keluar dari zona nyaman y...?
    itu kn tulisan sebelumnya..hha..
    iy deh, jadi mw diajak ke zona tidak nyaman mana lagi ini..??bawah jembatan..??
    ditunggu invitationnya...

    BalasHapus
  6. hmmm,,,,bagus nie tulisannya,,
    bisa jd inspirasi buat kaum hawa :)

    BalasHapus

tinggalkan jejakmu disini ^^