Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiring. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Random Story

Sore itu di sebuah sudut mall di Jakarta.. Duduk berdua menikmati teh sambil bercerita banyak.. Tentang kuliah, pekerjaan, rencana-rencana kami..Dari hal yang ga penting sampai hal yang penting..Jarang memang kami bisa mengobrol berdua dalam waktu yang agak lama seperti sore itu..

#1
Namanya seniman, kerja itu spontan. Begitu ada ide muncul, harus langsung dikeluarkan saat itu juga, kalo ditunda-tunda, idenya bakal ga jadi. Kaya pelukis, begitu ada ide harus langsung melukis, kalo ditunda ga bisa jadi lukisan. 

Namamu itu dapetnya spontan, hanya beberapa menit waktu Pa adzan di telingamu. Waktu itu, Pa cuma terpikir surat An Nisa' dan surat Ar Rum. Jadilah namanya Annisaningrum.Yuliastuti nya ya karena lahir di bulan Juli. Jadinya artinya wanita yang baik yang lahir di bulan Juli. Sebenernya namamu itu berat artinya.

Setelah lebih dari 24 tahun, Pa baru cerita begini..Baru terjawab pertanyaan kenapa namaku bisa jad campuran Arab-Jawa dan kenapa pula nulisnya harus digabung gitu..Jadi sejarahnya dari situ rupanya..

#2
Tadi itu Pa baru kepikiran buat ke kantor X, pas solat Dhuha tadi pagi. Tadinya ga berencana kesana. Cuma selesai solat Dhuha tiba-tiba liat tulisan kantor itu, terus inget punya temen disana. Punya ide untuk nyambungin proyek ini kesana. Ya gitulah kerjanya, tiba-tiba berpikir spontan nyambung dari lingkaran ini ke lingkaran sana. Pa bisanya cuma begitu. Sistem kerjanya kaya orang dagang. Belajarnya ya dari pengalaman. Ketemu orang ini, orang itu. Banyak belajar lah. Ada yang ngira Pa tuh orang ekonomi, padahal enggak. Ya belajarnya gini-gini aja..

Skill itu diperoleh dari pengalaman, bukan sekedar dari pendidikan akademis. Dan tentunya ga lupa sama Alloh. Jika Alloh ga berkehendak, Pa pasti ga akan kepikiran buat datang ke kantor X itu.

#3
Persamaan Pa sama Jokowi itu sama-sama punya kemauan keras dan mimpi. Orang itu ga bisa hidup kalo ga punya mimpi. Pa bisa nyambung dengan orang-orang seperti itu. Dulu waktu ketemu dia, pas masih jadi walikota Solo, ya ngomong bentar langsung sama-sama nyambung. Mungkin karena ada persamaan diantara kita. Kalo ketemu sama orang-orang kaya gitu, Pa bisa langsung nyambung. Dulu waktu masih muda, Pa mau buat pameran sama temen-temen. Diarahkan untuk langsung ketemu pak Adam Maik (waktu itu beliau adalah wakil Presiden). Pa beraniin aja ketemu dia. Disana diterima dengan baik, diajarin dan dikasih pengarahan macem-macem. Sejak itu jadi terinspirasi banget sama pak Adam Malik.  Tapi kalo ketemu sama orang-orang birokrat malah agak kaku.

#4
Pa itu punya temen orang Cina yang ngajakin kerja sama. Orang Cina itu bilang, "belajarlah sampai ke Negeri Cina.. dan ga usah jauh-jauh, aku ini orang Cina.." Selanjutnya, si orang Cina itu bilang ke Pa, dalam agamamu itu (baca: aIslam) dibilang orang yang harus dihormati itu ibumu, ibumu, ibumu, baru ayahmu. Yasudah, sekarang kita ke tempat ibumu untuk minta restu dulu, habis itu kita kerjakan proyek ini. Dan harus yakin bakal berhasil. Ni di kitabmu aja ditulis begitu (fyi, si orang Cina itu baca terjemahan Al Quran). Sebenernya waktu itu Pa ga yakin dengan proyek itu, si orang Cina itulah yang menyakinkan Pa. Akhirnya sih proyek itu Alhamdulillah berhasil.

Inti ceritanya sih, orang non muslim seperti orang Cina itu mengimplementasikan isi Al Quran untuk kepentingan dunianya. Dia berusaha menyinkronkan hubungan dengan Alloh dan manusia. Miris ketika lihat orang muslim sendiri yang baca Al Quran tapi kurang bisa mengimplementasikannya.

#5
Ini kenapa harus tujuh itu ada alasanya. Tujuh itu kan pitu (bahasa Jawa), maksudnya supaya mendapat pitulungan (pertolongan) dari Alloh. Ya nanti kalo ga tujuh ya sembilan deh. Sembilan itu kan jumlah pemuka agama di Jawa, wali songo itu. Diusahakan nanti jumlahnya tetep ganjil.

Pa itu filosofis. Hampir semua yang Beliau buat, kaya lukisan, hiasan di rumah, logo, selalu ada filosofinya..

#6
Jadi, kapan pulang lagi...??

Pertanyaan yang selalu ditanyakan kalo ketemu. Dan sedih deh kalo Pa itu udah mulai tanya gini, " Nduk, besok kalo kamu uda nikah bakal sering-sering pulang ga? " :'(



Selalu suka dengan momen singkat seperti ini. Walaupun suasana pertemuan kami belakangan ini sudah agak berbeda.. Dan sepertinya memang tidak akan pernah sama seperti dulu lagi..

Rabu, 15 Agustus 2012

Getar Ramadhan

Langit Jakarta masih cerah seperti sore-sore sebelumnya. Kepadatan jalan yang masih juga sama. Yah memang selalu begitu di jam pulang kantor. Setiap pengendara diburu waktu untuk segera sampai ke rumah masing-masing..

Seperti rencana hari sebelumnya, sore ini saya dan teman-teman lingkaran cinta akan melaksanakan buka bersama di sebuah rumah singgah di Senen. Tidak terlalu jauh dari kos..Dan ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke rumah tersebut. Selalu dan selalu ada getar aneh ketika memasuki wilayah tersebut. Gang sempit yang hampir tidak bisa dilalui mobil,yang bahkan kami harus mengambil jalan memutar untuk sampai rumah tersebut. Rumah -rumah yang kumuh berjajar rapat. Luasnya yang mungkin hanya sebesar kamar saya di rumah. Dan harus dihuni satu keluarga. Pun rumah tersebut beberapa juga bukan bangunan permanen. Terlihat hanya ada terpal yang sekedar bisa untuk berteduh saja. Dan tak perlu ditanya legalitas rumah tersebut. Ah,masihkah pantas disebut rumah? Getar aneh itu kembali menyapa.



Tawa riuh anak-anak sudah terdengar ketika kami sampai di sana. Sebelum menemui mereka,kami masih harus mengangkut sembako dan makan besar dari mobil ke dalm rumah. Warga di sekitar cukup antusias dengan kedatangan kami. Tanpa dimintai tolong, mereka langsung membantu kami. Tak butuh waktu lama hingga seluruh sembako dan makan besar sejumlah 85 pack itu berpindah tempat. Segera saja kami menuju lantai atas bergabung dengan anak-anak. 

70 anak dari usia TK hingga SD sudah bekumpul di lantai 2 rumah mungil itu. Tentu bukan hal mudah mengatur sedemikian banyak anak. Ditambah kami juga belum mengenal mereka secara personal, tentu lebih sulit lagi mengatur mereka. Salut untuk teman saya yang berhasil menangani mereka ini.

Mb Veny, malaikat penjaga rumah singgah tersebut, mengatakan anak-anak tersebut kadang memang over jika ada orang asing datang. Seolah mereka berebut untuk mencari perhatian. Yah, mau bagaimana lagi, kondisi di rumah saja, terkadang mereka tidak mendapat perhatian dari orang tuanya. Jadi ketika ada orang berkunjung ke rumah singgah itu mereka cukup bahagia mendapat sedikit sentuhan dan perhatian. Deg..kali ini sudah bukan getaran lagi, tapi lebih terasa seperti ada sesuatu yang menghujam..

Ah, anak-anak ini..Bukan sekedar sembako atau makan yang mereka butuhkan..Tetapi sentuhan dan perhatian yang lebih mereka inginkan.. Betapa iri dengan malaikat penjaga rumah singgah itu. Setiap hari hanya memberi dan memberi. Tanpa digaji, tanpa diberi penghargaan.. Hanya dibalas dnegan senyum dan tawa anak-anak itu.. Ah, insya Alloh, balasan dari Alloh akan jauh lebih berlibat dari apa yang kau beri ini..dan sungguh..sungguh saya akan iri denganmu.. Rabb, beri saya kesempatan menjadi seperinya ya.. :)

Malam itu, kami berjalan keluar gang sempit itu. Rumah-rumah berjejer rapat, berdesakan. Penghuninya duduk-duduk di luar, sambil mengobrol dengan tetangganya. Sembari menyapa kami yang lewat sambil mengucapkan terima kasihnya..Getar itu kembali menyusup.. Dan nikmatMu manalagikah yang kami dustakan..

Ketika menulis ini, rasanya masih terbanyang anak-anak itu. Anak perempuan, sekitar kelas 4 SD.dengan kulit hitam legam, rambut merah, dan  kuku-kuku yang kotor. Tampak sangat ceria. Dia berlari-lari gembira mencari perhatian kami, sesekali menghampiri saya menggelendot manja. Tampak sangat mencolok dibanding anak-anak lainnya. Saya mulai ajak bicara. Dan ternyata dia gagu. Makin tampak istimewa di mata saya. Dia masih bisa tersenyum mengahdapi dunianya. Seorang anak laki-laki dengan tubuh hitam gemuk dan terlihat sangat menggemaskan. Masih duduk di kelas 4 SD, sangat banyak bicara dan bercerita. Usianya masih muda dan saya bisa menangkap kecerdasannya. Anak-anak itu tidak butuh sekedar uang. Ketiadaan uang membuat mereka jadi komoditas orang tuanya. Satu hal yang mereka tidak peroleh di masa anak-anak mereka, sentuhan dan perhatian..
Published with Blogger-droid v2.0.6

Kamis, 19 Juli 2012

8 Jurus Menjaga Komitmen Ramadhan

Beberapa jam menjelang Ramadhan..!!
Jadi..apa yang sudah saya dan kita semua persiapkan menyambutnya..?? Sudahkah buat list belanja, list menu sahur dan buka, jadwal buka bersama..?? Loh loh..kok jadi begini ya..hihi.. Sudah beberapa saat menjelang Ramadhan, pastinya kita sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untukmenyambutnya. Pastinya sudah mencari ilmu sebanyak-banyaknya tentang Ramadhan dan puasa, mungkin sudah membuat target amalan selama Ramadhan dan sebagainya..

Di posting ini, saya mau sharing sedikit. Eh, lebih tepatnya saya copas sih materi melingkar kemarin yang disampaikan oleh mb Ratu (dan materinya dikirimkan pula oleh beliau. Jadi mohon ijin ya mb untuk share). Ini tentang 8 jurus menjaga komitmen Ramadhan. 

Ramadhan memang bulan yang ajaib. Di bulan ini, seakan-seakan kita dimudahkan untuk beribadah dan berbuat baik. Yang biasanya jarang-jarang solat dhuha, di bulan Ramadhan jadi rajin banget untuk solat Dhuha. atau yang di bulan biasa jarang rawatib, di bulan Ramadhan tiba-tiba saja dimudahkan untuk melakukan amalan tersebut. Iya memang janji pahala di bulan Ramadhan ini begitu menggiurkan. Ibadah wajib yang dilaksanakan di bulan Ramadhan akan diganjar 70x lebih banyak dibanding dikerjakan di bulan lain. Pun ibadah sunnah di bulan Ramadhan nilainya akan sama dengan amalan wajib. Wew, Masya Alloh sekali obral pahalanya. Jadi ga heran jika di bulan suci ini manusia berlomba-lomba untuk berfastabikhul khairat. Tapi..ada tapinya nih.. Namanya manusia, yang memang fitrahnya untuk bosen dan suka mengeluh. Semangat yang sering menggebu di awal Ramadhan seringnya tidak bisa terbawa hingga  akhir Ramadhan. Kliatan kan kalo pas tarawih di masjid aja, semakin ke belakang semakin mengalami kemajuan. Kemajuan saf nya..Maksudnya jadi makin sedikit orang tarawih ke masjid. Padahal kalo di awal-awal Ramadhan, masjid tuh hampir ga muat untuk menampung jamaah. Iya, ini terlihat sekali bahwa komitmen di awal Ramadhan seringkali tidak bisa terjaga. Nah berikut ini, 8 jurus menjaga komitmen Ramadhan yang langsung saya copas.

Pertama, pastikan niat untuk menjadikan bulan Ramadhan kali ini full ibadah, tidak di dalam hati saja. Sampaikan kepada seseorang. Alangkah baiknya kita ikrarkan di depan guru ngaji kita, orang tua kita, pasangan hidup kita, atau kepada orang yang kita anggap bisa memantau kita. Hal seperti itu biasa dilakukan kalangan sufi. jika mau mengamalkan ibadah tertentu, misalnya puasa Daud, seorang murid sufi membaiat gurunya. Namanya baiat amal. Dengan begitu si murid punya komitmen lebih. Jika tidak menjalankan baiatnya, yaitu puasa Daud, si murid bukan saja malu kepada Allah, tapi juga. malu kepada gurunya. Kan, begitu biasanya, orang lebih malu kepada manusia ketimbang malu kepada Allah swt.

Kedua, jangan serakah! Anda tidak boleh berkeinginan semua ibadah dilakukan. Bisa bisa semua kagak dilakuin. Ingat falsafah makan. Bayi tidak kita kasih makanan nasi lengkap dengan lauk pauk yang beraneka ragam. Tapi, dimulai dengan ASI dulu. Enam bulan kemudian baru dikenalkan dengan bubur. Setelah punya gigi, bubur tim cocok untuknya. Kalau udah jadi bocah, baru diberi makanan yang sama dengan orang tuanya. Itu pun bukan yang pedas pedas.

Begitu juga dalam beribadah. Mulailah satu per satu. Dari yang mudah dulu. Prinsipnya, biar sedikit yang penting awet. Dan, kalau perlu Anda harus punya ibadah gacoan. Eh ... . ini bener! Bilal bin Rabah masuk surga kan karena wudhunya gak putus putus. Kalau batal, wudhu lagi. Kisah figa orang yang terperangkap di gua juga begitu. Mereka bertawashul dengan ibadah gacoan nya itu. Hasilnya, batu penutup pintu gua pun bisa disingkirkan.

Ketiga, buat check list. Fungsinya untuk memantau kekonsistenan kita dalam ibadah. Jangan andalkan daya ingat. Contrengan di check list lebih akurat menggambarkan disiplin dan mood kita dalam beribadah.

Keempat, paksakan diri untuk berdisiplin. Dalam situasi apa pun juga. Sebab, memanjakan diri sedikit saja dengan ketidakdisiplinkan persis dengan membuat lobang kecil di bendungan. Akibatnya, tentu saja bendungan itu akan jebol.

Kelima, cari teman yang punya komitmen yang sama dengan kita. Ini penting. Disamping untuk membentuk lingkungan yang kondusif, juga kita bisa melakukan aktivitas ibadah bersama sama. Siapapun tahu komunalitas bisa menguatkan niat. Dalam urusan yang negatif saja begitu. Misalnya, kalau bolos kuliah sendirian ada perasan bersalah. Tapi, kalau bareng bareng sepuluh orang perasaan itu hilang. Berantem sendiri sangat menyeramkan. Tapi, tawuran bersama teman satu sekolahan, lain lagi.

Begitu juga ibadah. Shalat tahajiud sendirian terasa berat nian. Namun, kalau bareng bareng lain pasti adu panjang bacaannya. jadi, beribadah bareng teman banyak manfaatnya. Selain bisa menguatkan komitmen, juga bisa memvariasikan aktivitas. Misalnya, buka puasa bersama setiap hari kamis sambil setor hafalan Alquran atau hadits. Bisa juga shalat lail plus sahur Seninan bareng.

Keenam, usahakan saling pantau dengan teman. Check list kalau tidak ada yang ngontrol juga percuma dibuat. Kalau guru ngaji kita sibuk, sahabat kita pun bisa didayagunakan untuk memantau grafik, ibadah kita.

Ketujuh, lapangkan dada untuk menerima nasihat. Ini perlu. Sebab, biasanya orang salah atau lalai cenderung membuat seribu satu alasan. Itu biasa. Memang mekanisme pertahanan diri itu ada pada diri siapa pun. Tapi, kalau ingin jadi orang shalih dalam teribadah, tentu tidak begitu caranya. Koreksi dan nasihat justru diperlukan untuk memetakan kelemahan kita. Dengan begitu kita punya arah untuk memperbaiki diri. Yang kita siapakan Cuma dada yang lapang untuk mau melihat peta 'salah" itu. Siapkah kita?

Kedelapan, tentukan vonis hukuman jika Anda lalai memenuhi target ibadah Anda. Ini wajib. Tanpa 'uqubah (baca: hukuman), Anda akan memandang remeh kelalaian. Abu Tholhah pernah shalat Dhuha di tengah kebunnya. Tapi, kekhusyukannya terganggu oleh kicau burung. Akibatnya, ia lupa jumlah rakaat shalat. Abu Tholhah menghukum diri dengan menginfakkan kebun itu.

Tentu Anda tak perlu seekstrem itu. Misalnya, jika kesiangan tak sempat shalat lail, Anda bisa menghukum diri dengan mengerjakan shalat Dhuha plus sedekah mengasih makan satu dua orang miskin. jika tidak baca Alquran sehari, esoknya harus dirapel plus hukuman membersihkan masjid.


Itu deh 8 jurus yang di share mb Ratu. Semoga bermanfaat. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan.  Mohon maaf lahir dan batin..Semoga Ramadhan menjadikan bulan tarbiyah terbaik untuk kita. :))

gambar dari sini




Rabu, 09 Mei 2012

KeterlibatanNya dalam Hidup Kita

Saat hati kita hadir..saat itulah kita khusyuk..
Dan orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang hatinya selalu khusyuk...

Yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah..

Kajian siang di hari Selasa..Kali ini tentang kekuatan doa,khususnya menyinggung tentang keterlibatan Allah dalam setiap aspek kehidupan manusia..Lebih sempit lagi tentang keterlibatan Allah dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di kantor..Cukup menarik ketika contoh yang diambil pengisi materi adalah tentang keterlibatan Allah dalam pekerjaan paling sepele sekalipun,seperti membuat nota dinas..Bahwa sering tanpa disadari manusia mengira bahwa hal-hal di dunia tidak ada sangkut pautnya dengan Allah..Pun membuat nota dinas yang terlihat sepele itu..Sebagai gambaran nih, buat nota dinas yang sederhana itu mudah..Tapi jika Allah berkehendak, kita mau buat nota dinas semudah apapun ga akan selesai-selesai..Entah ada aja kata-kata yang salah,entah udah selesai ternyata ditolak bos,pokoknya adaaa aja..Beda jika kita mungkin membuat nota dinas yang sedikit mikir.Jika Allah berkehendak,Dia akan mengilhamkan kepada kita untuk menyelesaikan nota dinas tersebut. Apa kuncinya...? Doa..iya berdoa kepada Allah..Berdoa ketika membuat nota dinas itu.."Terus kalo sudah berdoa tenyata nota dinas itu masih ditolak gimana..?kan kesel.." Kalo masih ditolak bos,terus kesel dengan bos,ya baca istighfar..Mssih ditolak terus, baca La hawla wala quwwata illa billaah..

Allah Maha Kuasa.. Atas hal-hal besar saja Dia bisa menyelesaikan,apalagi untuk hal-hal kecil..

Disitulah dimana kerja bisa bernilai ibadah. Bahwa dalam bekerja pun selalu melibatkan Allah..Ga hanya dalam bekerja, dalam kegiatan apapun selalulan melibatkan Allah. Disitu maksud khusyuk, selalu ingat kepada Allah..Sebagai muslimah karier,kita mungkin sama-sama profesional di bidang kita masing-masing,tetapi kita harus punya poin lebih. Poin lebih itu adalah menjadikan pekerjaan kita ini sebagai ibadah dan karenanya selalu melibatkan Allah dalam setiap pekerjaan kita..Menjadikan diri sebagai agen rahmatan lil 'alamin..

Ya Rabb..jangan berikan aku pada diriku sendiri walau hanya sekedip mataku..

Contoh lain mengenai keterlibatan Allah dan kekuatan doa..Kadang ya rapat itu ga break ketika waktu solat tiba. Trus kadang kita takut kan ninggalin rapat buat solat,takut diomelin bos lah,ga enak lah..Pesan dalam kajian kemarin bahwa Allah lah yang memegang hati manusia..kenapa harus takut dengan nanti bisa marah ketika kita solat jika hati sang bos ini ada dalam genggaman Allah..sekali lagi kuncinya adalah berdoa..

Robbis rohli sodri wayasirli amri wahlul ukdatamilisani yafqohu qouli

Ah ya..Saya sebenarnya merasa sangat-sangat tertohok dengan kajian kemarin itu. Dari awal niatnya kerja memang untuk ibadah, tetapi masih dan masih dalam implementasinya sangat jauh dengan ibadah itu sendiri. Di kantor yang masih suka ngumil2, suka ngambek, suka  kesel sendiri...lah iya,dari awalnya aja sering lupa berdoa...fyuuh...Masih banyaak PR.. (untuk berbuat baik,juga harus berdoa kepada Allah semoga Allah memudahkan langkah kita untuk berbuat baik).Yaa..masih sangat sangat banyak harus belajar..mendisiplinkan diri..menjadi lebih baik..tapi tidak sekedar menjadi lebih baik,karena yang jauh lebih penting adalah bergerak menuju kepada Allah..Bukan begitu..?? :)

Allah..how can i live without You..



Published with Blogger-droid v2.0.4

Selasa, 15 November 2011

Ini Jawabnya

Ketidakpahamanku bertemu dengan ketidaktahuanmu..Saat itulah cinta dalam ukhuwah kita diuji..

Status saya hari ini..Begitu menyesakkan ketika menyadari bahwa ada sesuatu terjadi antara dirimu dan sahabatmu. Tak selalu tampak memang karena apa yang tampak semuanya terlihat baik-baik saja. Terlihat anatar kau dan dia tak ada salah. Tapi sungguh jauh di dalam hati, kau merasakan sakit ketika bertemu. siksaan ketika harus bertegur sapa. Saat itulah ujian dimulai..

Iya, hari ini saya merasakannya. Ketika memulai percakapan dengan seorang sahabat lama, tidak ada masalah, hingga pada suatu topik meledaklah kekesalan saya. Tentu tak saya ucap langsung pada sahabat saya itu. Seperti biasa saya hanya menyimpannya di hati. Dan hanya ingin menulisanya di air..Tapi tak bisa lagi kahirnya menyimpannya cukup di hati saja, tapi tak sampai pula mengatakan kepadanya..akhirnya status itulah yang keluar..Berharap dia membaca dan menyadarinya..

Terlalu picik sebnarnya jika saya menyalahkannya saja. Dan siang ini saya menemukan jawabnya. Selasa siang ini jadwal pekanan di kantor. sang pemateri menyampaikan sesuatu yang singkat tetapi cukup mengena. Bahwa setiap muslim haruslah profesional di setiap status yang dia miliki. Apakah saat dia menjadi mahasiswa, menjadi istri, menjadi anak, menjadi bawahan.dan menajdi apapun dia saat itu. HArus menajdi terbaik yang dia bisa lakukan, tidak terbatas pada "hanya segini mampu saya".dan jadilah saya tahu, bahwa saya tidak profesional menjadi sahabat untuknya..

Sungguh ketidakpahamanku terhadap status barumu membuat saya cemburu. saking piciknya saya hampir berpikir, apakah pernikahan memutuskan tali ukhuwah yang sudah ada bahkan sejak dia belum bertemu pangerannya. Saya yang tidak paham bahwa sahabat saya sedang berusaha menjadi istri terbaik untuk suaminya. Saya yang tidak paham jika dia mungkin sedang memiliki persoalan-persoalan lain.Iya, saya yang memang belum memahaminya dengan baik.. Ah, iman saya yang terserak..

Tapi..dia mungkin juga tidak tahu, jika dia masih punya kewajiban terhadap sahabatnya ini yang harus ditunaikan..Saya rasa juga pernikahan tidak menutus hak seorang muslim terhadap muslim lainnya. Ah, tapi tahu apa saya tentang pernikahan. Saya hanya tahu, ini cara Allah untuk megajari saya. Membuka mata saya lebih lebar bahwa masih banyak hal yang harus saya pelajari..

Dan jawabnya adalah..saya harus belajar..belajar..dan belajar..Berproses untuk lebih memahami agar menjadi lebih paham dan lebih mengerti.

Menyenangkan menjadi seroang muslim, ketika saudaranya adalah cerminan bagi dirinya. Dengan cara apapun seorang muslim akan terusa apat bertumbuh,,dan bertumbuh sekalipun dari kesalahan..

Saudariku, maafkan saya, atas ketidakpahaman ini. Sungguh saya berjanji untuk lebih memahamimu.. :)
Love you coz Allah..

Sabtu, 12 November 2011

Tentang Dia

Perjumpaan kami bermula lebih dari tiga tahun yang lalu. Hari itu di pertengahan Mei tahun 2008, untuk pertama kalinya kami bertemu. Malam itu Pa mengantarnya ke kos. Dan tidak butuh waktu lama, saya merasa cocok dengannya, hingga akhirnya bersamalah kami. Setidaknya dia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidup saya tiga tahun ini.

Selama tiga tahun yang terlewati ini, dia menjadi salah satu yang paling 'mendengar' dan 'tahu' segala yang ada dalam hidup saya. Ini adalah tentang segala asa, resolusi, pengharapan, keinginan, keberhasilan, kekecewaan, kefuturan, jatuh bangun saya yang saya ceritakan padanya. Bahkan untuk hal sekecil ketika hari itu saya kesal dengan seseorang, saya hanya bercerita padanya. hanya padanya,,Secara lugas dan gamblang. Ketika hari itu saya sedang merasa bad mood, dia juga yang menjadi pelampiasan. Ketika hari itu saya senang pun dia akan tahu. Bahkan proses-proses bertumbuhku selama tiga tahun ini, tersimpan rapi dalam otaknya. Tentu tak pernah ada celaan darinya ketika saya bercerita tentang apapun. Karena dia hanya diam dan mendengarkan, segalanya..segalanya..baik itu cerita bahagi atau sedih. Iya, dia hanya diam. Karena terkadang saya memang tak butuh solusi, saya hanya butuh untuk didengarkan..itu saja..supaya tidak ada lagi emosi yang mengganjal disini.

Ah, sungguh tiga tahun yang indah bersamanya. Dan tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah hubungan seperti ini. Hingga akhirnya beberapa bulan lalu, dia mulai ngambek. Aksi proteskah..Iya, sejak kuliah, saya jadi jarang bercerita lagi padanya. Tapi dia berusaha sabar menemani saya mengerjakan tugas-tugas kuliah. Dan saya masih seperti biasa, masih rajin memandikannya, supaya dia tetap terlihat cantik. Tak ada masalah nampaknya. Bahkan jika ternyata selama ini dia sakit, saya tidak tahu. Hingga hari itu saya menemuinya sulit 'makan'. Dan akhirnya saya pun tahu, dia sedang sekarat.Saya memang tidak langsung membawanya ke dokter. Cukup rekomendasi dari adik, saya membuatnya kembali bisa 'makan'. Kembalilah kami seperti seblumnya, ng date tiap weekend, cerita-cerita, jalan-jalan, terkadang nonton film..Tapi kebersamaan itu tak lama, ketika akhirnya kembali dia tidak bisa 'makan'. Kali ini, benar-benar sudah tdak bisa 'makan'. Tak ada daya, sejak hari itu, dia pun tertidur dalam tidur panjangnya. Dan saya sedih. Saya kehilangannya..Sungguh kehilangan.Dia sudha menjadi bagian hidup saya. Dia adalah separuh jiwa saya,,.

Jika dia yang saya ceritakan ini adalah seorang manusia, tentunya tidak terlalu berlebihan. Iya, tapi dia adalah Ayesha. Laptop yang saya dapatkan sejak saya kuliah. Laptop yang sungguh sudah amat jadul. Ya, dia memang hanya sebuah benda mati. Yang rasanya memang terlalu berlebihan jika saya perlakukan seperti manusia. Astaghfirullah..Tapi iya, saya rasa saya memang telah salah mempelakukannya. Tidur panjang Ayesha kemarin bisa jadi merupakan suatu teguran Allah untuk saya. Secara tidak sadar, saya menyekutukanNya. Mungkin ada suatu waktu dimana saya terlalu bergantung pada Ayesha, secara tidak sadar saya menganggap Ayesha adalah segalanya. Sungguh, ini benar-benar dilakukan tanpa saya sendiri sadari. Ah, permainan dunia begitu melenakan hati ini, hingga sesuatu yang hak pun dapat tergeser dalam ruangnya. Astaghfirullah..astaghfirullah..

Dan malam ini Ayesha secara ajaib bangun dari tidurnya, sungguh membuat saya bersyukur. Karena malam ini saya jadi bisa menulis lagi. Saya bisa jalan-jalan lagi di dunia maya.Tapi sungguh saya sudah belajar tentang arti Tauhid. Tidak ada yang lain selain Allah. Tidak ada yang dapat menyekutukanNya dengan apapun..apalagi hanya dengan benda mati seperti ini.

 Allahumma inna na'udzubika min annusyrika bika syayan na'lamuhu wa nastahfiruka limaa laa na'lamuhu..
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari menyekutukanMu dengan segala yang aku ketahui. Dan aku memohon ampun dari segala yang tidak aku ketahui..
 Sedih sih, jika barang yang disayangi tiba-tiba rusak atau hilang. Dan belakangan ini, saya memang rada lebay kangennya sama Ayesha, sampai beberapa hari ini, saya rasa-rasan (bahasa Indonesianya apa ya..hmm..tepat ga klo saya bilang bergumam dalam hati..semacam itu deh). Saya bilang ke Allah gini, Ya Allah, kalo memang Ayesha sudah akan mati, ya sudah saya ikhlas, Toh dia hanya benda mati, yang bisa dibeli lagi gantinya. Tapi saya mohon, isi Ayesha jangan sampai ilang. Haduh, klo isinya sampe lenyap, beneran nagis bombay. Secara, tulisan-tulisan saya, artikel-artikel penting, materi kuliah, foto-foto ada di Ayesha semua, Dan yang jelas track record hidup saya (semacam diary gitu deh), termasuk record mengenai proses hijrah dan bertumbuh saya, masih ada disitu. Ah ya, catatan harian itu buat saya sih penting. Buat belajar untuk sarana belajar. Dan seru juga ketika udah lama gitu, kemudia membaca kembali catatan yang lalu-lalu. Sering surprise menemukan tulisan yang sudah lama. Ekspresinya macam-macam, bisa "wah, kok dulu bisa ya, buat tulisan model gini", atau "tulisanku ternyata bagus juga ya (narcis klo ini, :D )", atau " oh, ternyata dulu aku menilai orang ini seperti ini ya"..Paling surprise ketika saya menulis kesan pertemuan pertama saya dengan dua sahabat saya. Asli, lupa saya pernah nulis itu, ternyata ada. heheh..Yah, bayaklah manfaat nulis catatan harian seperti itu, utnk saya sih. Makanya bagian paling sedih klo sampe Ayesha mati, ya isinya..(loh, ini kok nyambung ceritanya jadi panjang).

Jadi ya itu, kesimpulannya, secinta apapun dengan suatu benda, tidak boleh ada yang menggeser kedudukanNya di hati. Kecintaan yang berlebihan selain padaNya, hanya akan membuat kecewa. Sama juga terlalu cinta kepada manusia, yang ujung-unjungnya akan "secara tak sadar" menggantungkan diri pada orang yang dicintai itu..

Cintailah kekasihmu dengan sederhana, boleh jadi engkau akan membencinya pada 
suatu ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci dengan sederhana, boleh jadi 
engkau akan mengasihinya pada suatu ketika." (HR At-Turmuzi). 

Kemudian salah satu bentuk dari hanya bergantung kepada Allah adalah berkeluh kesah hanya padaNya, bahkan untuk hal sekecil apapun itu, yang kliatannya ga penting sekalipun. Misalaya lagi sakit perut, terus berkeluh," Ya Allah, aku sakit perut..Semoga bisa menjadi penggugur dosa ya, ya Allah.."..Hal-hal kecil kaya gitu, secara ga sadar malah jadi doa kan, Dan Alllah suka terhadap hambaNya yang meminta kepadaNya. Daripda bilang "emaak, aku sakit perut"..Paling juga cuma dikasih obat, trus ga ada jaminan sembuh. Paahal yang menyembuhkan sakit hanya Allah. Doa yang sedikit itu juga sudah bernilai pahala. Subhanallah, seneng ya, jadi muslim itu. Dikit-dikit dapat pahala. Untuk hal sekecil apapun bisa jadi ibadah.. :)

Baiklah, supaya tidak berpanjang lebar lagi, saya simpulkan, bahwa hari ini saya sudah belajar untuk tidak menyekutukanNya dengan apapun. Belajar untuk hanya bergantung padaNya saja. Belajar untuk tidak mencintai sesuatu secara berlebihan. Belajar juga untuk ikhlas kehilangan sesuatu. Eh mungkin, ini sekali lagi saya bilang mungkin, setelah hari ini saya tobat dan mengikhlaskan jika ternyata Ayesha harus mati selamanya, dengan ijin Allah Ayesha tiba-tiba bisa bangun dari tidurnya. FYI, Ayesha ga bisa bangun soalnya chargernya udah hampir putus, sudah dibelikan yang baru lagi. Baru sebulan, charger baru ini mati, secara tiba-tiba ga bisa ngalirin listrik,makanya Ayesha mati. Dan malam ini tiba-tiba setelah dicoba untuk kesekian kalinya, bisa ngalirin listrik lagi, dan bangunlah Ayesha. Tapi ya Wallhua'lam. :)


my Ayesha

*oh ya, karena kangen dengan Ayesha, sore tadi waktu jalan-jalan ke Gramed, menemukan sebuah novel berjudul Ayyesha. Ga perlu dua kali mikir untuk beli, secara harganya 15 ribu aja. ah, wanita mengambil keputusan tanpa nalar dan logika..tetapi pakai perasaan  -_-"  (OOT)

Jumat, 21 Oktober 2011

Tentang Rizqi

Ini adalah tentang rizqi..Dimana dia adalah sesuatu yang pasti yang dibungkus ketidakpastian. Pasti karena Allah sudah menjamin rizqi untuk semua makhluknya. Dan tak pasti karena kita tidak tahu berapa besar dan kapan rizqi itu akan diberikan Allah.Dua dimensi yang menglilingi rizqi, keyakinan dan ikhtiar. Yakin bahwa rizqi itu akan datang, tetapi tetap ikhtiar untuk menjemput rizqi itu.

Rizqi adalah tentang merasa cukup.  Merasa bahwa apa yang Allah berikan itu mencukupi. Tidak iri dengan rizqi yang orang lain dapatkan. Selalu bersyukur dengan apa yang kita terima sebesar apapun itu.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (Q.S Ibrahim;7)
Rizqi adalah tentang berkah. rizqi yang dijemput dengan cara yang halal, akan bernilai berkah. Dan nilai berkah akan terasa ketika sesedikit apapun rizqi yang diperoleh akan terasa cukup dan mencukupi. Dan jika rizqi tidak berkah, sebanyak apapun yang didapat akan selalu terasa kurang.

Rizqi itu mau dijemput dengan cara yang halal atau cara yang haram, yang didapat akan sama. Yang membedakan adalah nilai berkahnya.

Rizqi adalah bukan sekesar tentang harta. Rizqi yang Allah beri jauh lebih luas jika hanya sekedar harta. Kesehatan, waktu yang berkah, pasangan yang soleh/solehah, anak yang berbakti adalah rizqi yang jauh lebih besar dari sekedar hal yang bersifat duniawi. 
Ya Allah, letakkanlah dunia di tanganku dan jangan di hatiku


*disarikan dari Tarbawi dan dari berbagai sumber

Kamis, 21 Juli 2011

Dalam Dekapan Ukhuwah

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
"jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara"

mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di anatara bunga, menebar keindahan pada dunia

lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci: sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji

(Salim A fillah)

Rabu, 11 Mei 2011

Apa Kabar Iman Kita Hari Ini..?


"Kebahagiaan adalah indikator dari kadar keimanan..
Jika iman kita sedang baik, dalam kondisi lapang ataupun sempit,
kita akan merasa bahagia.."

Apa kabar iman kita hari ini...??

*oleh-oleh kajian Selasa

Sabtu, 07 Mei 2011

Kita Menggugat Qur'an Menjawab

Ya Allah... ‎​KENAPA AKU DIUJI ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3 "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: 'Kami telah beriman', sedang mereka tidak diuji lagi ? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216 "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui

KENAPA UJIAN SEBERAT INI ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 286 "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

KENAPA FRUSTASI?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139 "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang2 yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang2 yg beriman

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45 "Dan mintalah pertolongan (kpd Allah) dengan jalan sabar& mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata.
APA YANG AKU DAPAT ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111 "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang2 mu'min, diri, harta mereka dgn memberikan jannah utk mereka"

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ?
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129 "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.

AKU TAK SANGGUP !
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12 "Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir."

TOLONG, AKU BUTUH JALAN KELUAR!
Al Qur'an menjawab:
QS 65: 2 - 3.Barangsiapa bertaqwa kpd Allah akan dijadikan baginya jalan keluar. Dan diberi rizqi dari arah yg tdk disangka-sangka

Copas dari kiriman email mb Nurul Arfah..semoga Allah merahmatinya..:)

Senin, 11 April 2011

such a simple thing, but it's worthy..


Senin pagi yang tidak terlalu cerah tampaknya. ditambah pagi ini menajdi berkaca-kaca di meja kantor.Bukan, bukan karena sedih kok..Tapi mungkin terharu. 

Sejak kemarin siang, seorang sahabat di Indonesia Tengah sana mengirim sms padaku. (semoga Allah selalu memberikan rahmat dan kasih sayangNya untuk sahabatku dan  keluarganya disana). Yaah, hanya sekedar bebasa-basi menanyakan kabar. Kemudian obrolan berlanjut, ketika sahabat itu tahu aku sedang mengikuti kajian siang itu. Dia kemudian bercerita, di tempatnya sekrang itu, masjid bisa dihitung dengan jari. Sura adzzan hampir ga pernah terdengar, yang ada hanya suara-suara nyanyian Gereja, apalagi ini mendekati Paskah begini. Kajian-kajian juga jarang ada. Otomatis, sahabatku itu sudah lama ga denegrin kajian lagi. Sementara hingga saat ini dia belum ada tv karena harus membayar Rp500.00,00 per bulan untuk langganan tv kabel, itu belum beli tv nya sendiri. jadilah hingga saat ini dia sangat jarang mendengarkan kajian. 

Mendengar curhatannya itu sudah membuat hatiku mendung. Aku ingat. pernah ada seorang teman yang mengirimiku rekaman kajian ustadz Arifin Ilham dan aku menawarinay untuk mengiriminya rekaman kajian tersebut. Dan baru pagi ini aku sempat mengirimnya. Kebetulan sahabat itu sedang online, jadi saya langsung mengajaknya ngobrol. dia senang sekali menerima kiriman itu. Dan pagi ini juga dia langsung mendengarkannya.. 

Tak berapa lama, sebuah surat masuk ke emailku. dari sahabatku. Isinya begini:
makasih bnget bu....kajiane bagus, q jd ngrasa sedih, disini masjid cm bisa diitung jari, padahal suami klo sering pergi k masjid memberikan keberkahan kpd keluargany....nanti klo ada kajian2 lg, q dkirimi lg ya nis...makasih banget bu
Mendapat ucapan terimakasih seperti itu, gimana ga jadi berkaca-kaca. Aku yang hidup di Jawa, dengan segala kemudahan akses dan fasilitas, kaang masih sering tidak bersyukur. Iya, tidak bersyukur, karena berbagai kemudahan itu justru tidak dimanfaatkan untuk mencari ilmu. Sementara jauh disana, mungkin masih banyak orang yang kesulitan mencari ilmu karena berbagai keterbatasannya. Kadang juga merasa biasa aja ketika mendengar adzan. Tapi disana, sungguh adzan menjadi suara yang dirindukan. Melihat masjid pun disini juga biasa saja. tapi lihatlah disana masjid hanya bisa dihitung dengan jari tangan..Disini begitu banyak kajian yang bisa diikuti, sementara disana masih sangat kesulitan..

Astaghfirullah...sungguh..betapa tidak bersyukurnya aku ketika nikmat yang seperti ini disia-siakan. Hal-hal yang terlihat simpel, tapi menjadi begitu berharga...

Selasa, 29 Maret 2011

Ketika Kebahagiaan Tidak Berarti Kebaikan

Ini ringkasan tausiyah siang tadi. Berhubung tadi tidak dicatat, jadi baik juga kalo di share disini. Simpel sih tadi tausiyahnya. Pematerinya mengatakan bahwa kebahagiaan itu tidak selalu berarti kebaikan. Sering kita berdoa seperti ini, "Robbana aatina fid dunyaa hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaban naar".
Nah, kita sering salah mengartikan kata "hasanah" dalam doa tersebut. Hasanah dalam doa tersebut berarti kebaikan, tetapi kita sering mengartikannya dengan kebahagiaan.

Konsep yang perlu diluruskan disini adalah kebaikan itu tidak selalu berarti  kebahagiaan. Allah dapat memberikan kebaikan baik dalam bentukkebahagian atau kesediha. Namun, yang  manapun itu, yang Allah beri adalah baik. dan kebaikan itu akan membwa akepada kebahagiaan. Tetapi kebahagiaan belum tentu berupa kebaikan. karena apa yang menurut kita baik dan membuat bahagia, belum tentu baik di sisi Allah. Justru apa yang menurut kita tidak baik dan meembuat sedih, itulah yang sebenarnya baik di sisi Allah.

Inti tausiyahnya sebenarnya hanya itu. Dan aku sih jadi mikir. Itu berarti kalo aku ga jadi kuliah tahun ini, walopun aku sedih, tapi itu sebenarnya baik untukku. Kalo kerjaan di kantor lagi numpuk, itu juga sebenarnya baik untukku. Kalo dapet bos yang "unik", itu juga baik untukku. Kalo aku ga dapet apa yang aku minta, itu juga baik buatku. Kalo aku mendapat nikmat, itu juga baik untukku.jadi, apapun yang kita dapet, harus selalu happy.. :)






Harus Lebih dari Sekedar Pencapaian

Weekend kemarin saya teringat masih meminjam sebuah buku yang belum sempat saya baca, judulnya Barakallahu Laka, Bahagianya Merayakan Cinta, yang ditulis oleh Salim A Fillah. Sebenarnya itu adalah buku tentang pernikahan dan saya baru membaca bab pertama. Tetapi ada bagian yang membuat saya terinspirasi. Dan saya pikir hal tersebut bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan, makanya saya share disini.

Setiap manusia pasti memiliki suatu target dalam hidupnya. Sekalipun target tersebut hanyalah sesuatu yang kecil dan sederhana. Namun, sekecil sesederhana apapun target tersebut, tentu setiap manusia berkeinginan untuk mencapainya dan itu berarti perlu ikhtiar untuk mencapainya. Ada yang bekerja keras sekuat tenaga, ada yang berdoa sepanjang hari. Banyak sekali cara berikhtiar untuk mencapai target tersebut. Namun, ada suatu hal yang penting juga, yaitu keberkahan atas target yang akan dicapai tersebut.

Kenapa sih harus berkah..? Sering juga kan ya, kita mendengar ketika kita diberi nikmat, orang akan mendoakan supaya menjadi berkah. Jika sedang ultah, sering juga didoakan semoga umur kita berkah. Jika sedang menuntut ilmu, berdoa juga supaya ilmu kita penuh keberkahan. Jadi sebenarnya apa sih makna barakah.

Di buku tersebut disebutkan bahwa barakah adalah bertambahnya kebaikan dalam setiap kejadian yang kita alami dari waktu ke waktu. Kejadian ini tidak hanya berupa yang baik saja, tetapi juga kejadian yang buruk. Nah, sebenarnya ketika kita meminta sesuatu kepada Allah, kita ga pernah tau, apakah sesuatu itu sebenarnya baik atau tidak untuk kita. Bisa jadi ketika kita meminta sesuatu, Allah mungkin akan mengabulkannya, tetapi setelah hal tersebut terkabul ternyata justru tidak mendatangkan manfaat untuk kita, malah menimbulkan keburukan untuk kita. Nah disinilah barakah bekerja.

Intinya memang hidup itu hanya ada dua kondisi. Kondisi yang baik dan buruk. Dan dengan adanya barakah itu, pada kondisi yang baik, barakah akan membuatnya semakin indah. Sebalikanya pada kondisi buruk, barakah akan membuatnya bertahan. Dengan cara itu Allah akan menambah kebaikan pada hamba Nya. Dan sebenarnya apapun yang Allah berikan, itu sejatinya adalah baik untuk kita. Kuncinya ketika menghadapi itu semua adalah sabar dan syukur.
Menakjubkan sungguh urusan orang beriman. Segala perkaranya adalah kebaikan. Dan itu tidak terjadi kecuali pada orang yang beriman. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, dan syukur itu baik baginya. Jika ditimpa musibah dia bersabar, dan sabar itu baik baginya.” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)
Dan untuk memperolah barakah itu, perlu ikhtiar lebih karena sesuatu yang baik itu harus diperoleh lewat jalan yang baik juga. Di buku tersebut dijelaskan bagaimana sesuatu yang berkah itu harus melalui proses yang baik pula. Proses yang pertama adalah niat yang baik. Yup, niat akan berperan penting dalam menentukan arah. Dan hal yang pertama dicatat adalah niat.
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapat sesuai niatnya. MAka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijarhanya itu kepada Allah dan RasulNya. Barang siapa hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya.”
Jadi, yang ditekankan disini adalah niat yang baik sebagai awal untuk mencapai hal yang baik.

Proses kedua adalah azzam atau tekad yang baik. Niat saja tidak cukup, tetapi harus didukung juga dengan tekad yang baik untuk mencapai target yang sudah ditentukan. Tekad yang baik untuk membuat rencana-tencana pencapaian target. Proses selanjutnya adalah komitmen. Ini yang sulit juga. ketika niat dan tekad sudah baik, kadang tidak diikuti dengan komitmen dan keistiqomahan. Yang sering terjadi adalah perjuangan berhenti di tengah jalan karena tidak ada keistiqomahan untuk meraih target tersebut.

Kemudian, proses yang terkahir adalah amal. Amal yang baik ini juga merupakan jalan untuk mencapai keberkahan itu. Amal yang baik berarti amal yang tidak menabarak batas-batas yang telah ditetapkan Allah.
Itulah empat proses yang harus dilalui untuk mencapai target yang berkah. Tentunya tak lupa kita juga harus berdoa kepada Allah. Semoga target yang kita inginkan itu bisa tercapai. Akhir tulisan ini, saya juga ingin mengutip sedikit kata dalam buku tersebut. “Jika kita jujur kepada Allah atas target kita, maka Allah akan menggenapkannya untuk kita.”  Barakallahu, semoga kita semua mendapat target yang berkah sesuatu yang kita inginkan.




tulisan ini dapat juga diliat disini.