Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Idealisme vs Deadline

Ketika idealisme terbentur deadline, akhirnya idealisme yang harus mengalah, atau memang dia tak sanggup lagi melawan deadline. Ini bukan lagi tentang bagaimana menghasilkan suatu karya yang memuaskan,setidaknya memuaskan untuk diri sendiri. Tapi bagaimana menyelesaikannya sesegera mungkin. Dan lulus secepat mungkin. Memang hanya gelar, tapi itu cukup membuat kedua orang disana merasa tenang.

Ini bukan lagi tentang ilmu yang kamu dapat selama ini. Ini tentang bagaimana kamu mengejar deadline yang telah kamu buat sendiri. Idealisme pun terpaksa mengalah...

Bukan salah idealisme yang terlalu tinggi. Bukan pula salah deadline yang terlalu singkat. Hanya jika bagaimana kamu membuatnya bisa berjalan bersama. 

Well, just go on... ^^



Di sela kegalauan menulis skripsi yang semakin nyata bahwa tulisan ini "ga ada apa-apanya". Sedih sih ketika tidak dapat melakukan sesuatu yang terbaik, setidaknya sesuatu yang dapat memuaskan diri sendiri. Tapi saya  harus segera menyelesaikannya. Yang walaupun tidak merasa puas, tapi setidaknya memebuat saya tenang, orang tua saya senang. 

Terlalu banyak permisive untuk memenangkan sebuah idealisme. 




Jumat, 14 September 2012

Relativitas

Menatap kalender..Melihat tanggal-tanggal yang sudah ditandai dengan warna pink..Tanggal yang berarti libur, yang bisa dibaca juga pulkam..Horee...:-D

Kebijakan pembelian tiket kereta api yang sudah bisa dilayani sejak H-90 keberangkatan berimplikasi pada beli tiket pulkan jauh hari. Jadi sebelum lebaran kemarin, saya bahkan sudah beli tiket kereta sampai bulan November. Mengingat juga pulang besok itu pas long weekend, pastinya kalo ga jauh-jauh hari beli tiket, sudah pasti akan kehabisan. Naik bus juga bukan opsi yang lebih baik..Selain lebih lama di jalan, bus biasanya berangkat sebelum pukul 17.00. Sangat berisiko untuk pulang sebelum waktunya ( ga ikhlas aja kena potongan :-D ).. 

Kembali pada tiket kereta dan rencana pulang..Kalo diliat-liat dan ditunggu rasa-rasanya menunggu waktu kepulangan itu terasa lamaa...Pengennya lompat ke tanggal itu trus langsung pulang.. :-) Tapi kan ga mungkin ya..Jadinya ya hanya bisa bersabar, sambil liatin kalender yang udah dikasih tanda pink itu..

Menatap kalender lagi..Menghitung bulan..Melihat tanggal-tanggal yang ditandai dengan tinta hitam dan biru. Tanggal-tanggal yang terkait dengan rencana studi.. Ini sudh pertengahan September. Dan akui saja ada rencana yang terlambat terealisasi. Iyaa.. Skripsi!! Kalau kemarin terjadi keterlambatan penyusun skripsi karena masalah administrasi di Sekretariat..Saya memperburuk keterlambatan tersebut dengan bermalas-malasan seperti ini. sampai sekarang, baru mulai dikiit banget buat skripsinya..Dan kalu ingat target harus selesai kuliah tahun ini, rasa-rasanya hitungan bulan sampai akhir tahun ini terasa begitu cepat..

Relativitas..

pict from here

Published with Blogger-droid v2.0.6

Kamis, 21 Juni 2012

CURANG!! (CURhat terANG-terangan)

Curang...!! Hari ini saya mau curhat terang-terangan..Eh eh, curang ini kosa kata baru dari seorang senior :D.Saya lagi galau..-_-"..jadi, beberapa hari lalu, kami mendapat tugas Seminar Akuntansi. Seperti layaknya metode kuliah di mata kuliah ini, setiap mahasiswa akan melakukan presentasi dengan topik yang telah ditentukan. Nah, dosen mata kuliah ini memberikan dua pilihan. Pertama, topik yang diangkat adalah IFRS. Pilhan kedua adalah valuasi saham. Masing-masing mahasiswa akan menganalisis saham di sebuah perusahaan terbuka yang telah ditentukan. Atas kesepakatan, lebih tepatnya tendensius dari sang dosen, akhirnya pilihan kedua yang dipilih. Jadilah sepanjang mata kuliah ini kami secara bergilir akan melalukan presentasi terkait valuasi saham di sbeuah perusahaan.

Jadi, apa pasal yang bikin galau..?? Hmm..ya to be honest, saya itu ga ngerti-ngerti amat tentang saham. Ya memang, saya kuliah di jurusan akuntansi, yang sudah seharusnya sudah sangat familiar dengan hal-hal tersebut.Tapi ternyata, menjelang saya lulus pun, saya ga gitu paham dengan hal-hal begituan..Makanya ketika diberi tugas ini, belum-belum udah hampir desperado..Bener-bener ga ngerti apa yang mau saya tulis..Makin galau ketika malam itu seorang teman berkata kalo tugas ini kan gampang, dikerjain sambil merem juga bisa..huaaa..T_T

Apa yang salah coba..Kuliah akuntansi udah hampir 4 tahun (lebih padahal, 3 tahun di D3, 1 1/2 tahun di ekstensi), tapi ga ngerti dengan apa yang dipelajari..Kadang ya mikir, jangan-jangan ya saya ini salah milih jurusan..Selama kuliah di jurusan akuntansi ini,  saya ga gitu ngerti-ngerti amat. Ya, kalo masuk ke Akuntansi Pemerintah masih sedikit nyambung lah, soalnya kerjaan saya ga jauh-jauh amat dari akuntansi itu. Tapi kalo yang lain, hmm..sudah di luar kepala semua deh (baca: benar-benar ada di luar kepala, sampai-sampai ditanya pun jugaga inget)..-_-"  Dan rasanya ini jauh berbeda ketika belajar di SMA. Dulu tuh waktu belajar Matematika atau  Fisika gitu, cepet ngerti, dan kalo ditanya lagi gampang inget. Bedaaa banget kalo sekarang ditanya per-Akuntansi-an.Untuk ngerti aja udah susah..Bsia akuntansi itu cuma pas ujian tok..Habis itu ga usah ditanya lagi.. Dan lagi-lagi saya berpikir apa iya, saya salah ambil jurusan ya..

Hmm..tapi mikir juga sih..ya kalo emang saya salah ambil jurusan trus mau diapain..Toh, ga bisa kembali ke masa lalu..Yang ada adalah harus bertanggung jawab atas keputusan yang dulu telah diambil ini. Life must go on kan..Udah terlanjur basah harusnya nyemplung sekalian aja, menyelam sekalian biar bisa liat indahnya dasar laut..seharusnya memang begitu..Sejak kuliah D3 itu, sudah mulai membangun mind set demikian..Tapi mungkin sayanya ga telaten belajar Akuntansi ya, makanya sampai sekrang masih gini-gini aja..

Well, paling ga, hingga saat ini saya sudah berusaha kan ya..Berusaha bertanggung jawab atas keputusan ambil kuliah Akuntansi..Berusaha menikmati belajar Akuntansi seperti dulu saya menikmati belajar Matematika dan Fisika..Ya, walaupu pada akhirnya sekrang saya masih begini-begini saja, ga ngerti apa-apa..Setidaknya semoga ikhtiar selama ini bernilai ibadah..menghibur diri sendiri..

Doakan saya ya, semoga tugas seminar ini segera selesai..Semoga skripsi saya juga segera kelar..Dan segera lulus..Target saya tahun ini selesai kuliah..:)

Kamis, 09 Februari 2012

Momen Menulis - Saya dan Mereka

Masih di akhir Januari 2012, ketika jadwal perkuliahan dibagikan. Wew, surprise..Perkuliahan selesai bulan September ini..Insya Allah. (mikir, kuliahnya tinggal bentar lagi loh..cepet banget rasanya)..Surprise yang kedua, bulan Maret bayar kuliah untuk semester terakhir..(yang ini surprise tidak menyenangkan sih, keluar uang lagi dunk..T_T )..terus,,surprise ketiga..di termin ini dapat mata kuliah Metodologi Penelitian..dalam mata kuliah tersebut, pada dasarnya sudah bisa nyicil buat skripsi.. Wew,,akhirnya saya mulai skripsi!! Rencananya bab 1 s.d. 3 skripsi sudah bisa dimulai sejak mata kuliah ini, selanjutnya diselesaikan pada semester terakhir. Jadi jika tiada aral melintang, skripsi beres di semester terakhir, September sudah selesai mengambil seluruh mata kuliah, Oktober saya sudah bisa daftar untuk sidang...Insya Allah..semoga dilancarkan dan dimudahkan..amiin..amiin..

Jadi sebenarnya yang bikin saya surprise itu, adalah..saya udah mulai buat skripsi..hore..akhirnya..bisa merasakan juga buat skripsi..bisa nulis lagi..horee...

Hmm..tapi..sepertinya ada yang kurang..Kali ini mesti nulis sendirian..Dulu ya, waktu nulis Tugas Akhir di kampus lama, biar tugas individu, dan memang nulis sendiri, tapi masih ada "saudara-saudaraku" yang membantu. Jadi, kami masing-masing buat, terus kalo lagi mentok, sharing lah dengan mereka ini, setelah itu kami akan saling mengedit pekerjaan masing-masing untuk kasih saran dan masukan atas tulisan yang sudah kami buat masing-masing. Dan itu beneran ngaruh loh, seringkali ketika kita ga sadar apa yang salah dari tulsian kita, soalnya karena buat snediri jadi selalu merasa apa yang kita tulis itu benar. Setelah di edit oleh orang lain, jadi keliatan mana yang EYD nya masih salah, mana yang kalimatnya kurang efektif, mana paragraf yang kurang nyambung, mana ide yang bisa dikembangkan lagi. Buat saya sih, saling edit gitu sangat sangat membantu..Dan paling tidak jadi penyemangat kalo lagi mentok,.

Ngomong-ngomong soal "saudara-saudara" saya itu, sebenernya saya lagi kangen dengan mereka. Kangen bisa nulis bareng lagi. Iya, kami dipertemukan dalam sebuah proyek menulis. Iya sih, kami ini teman sekelas, tapi kedekatan kami dimulai sejak ide gila tentang proyek menulis. 

Bermula dari sore itu, saya dan seorang saudari jalan-jalan ke gedung sekretariat dan melihat sebuah poster tentang perlombaan karya tulis. Materinya ga nyambung dengan kuliah kami sih, tapi waktu itu mikirinya pengen nulis aja, buat have fun.. :D  Dan demi supaya ada ketuanya, setelah melalui pertimbangan yang masak, kami merekrut seorang lagi, yang notabene adalah ketua kelas di kelas kami. Sebenarnya mikirnya simpel, hanya karena dia ketua kelas, makanya sekalian aja dijadiin ketua untuk proyek nulis kami ini. (eh sebenernya kalo dibilang proyek, sepertinya terlalu gimana ya, seolah-olah wah banget..padahal ini juga sekali lagi buat have fun aja..tapi ga apa kan ya, kalo dibilang proyek..bukan maksud untuk riya' kok..insya Allah). Dan proyek menulis itu pun ga berhenti pada proyek yang pertama, tapi masih berlanjut pada proyek-proyek selanjutnya.

Diantara proyek-proyek menulis itu, ga satu pun sih kami memang. Tapi apa yang kami dapat jauh lebih banyak dari itu. Pelajaran utama jelas dari belajar menulis. Kami mulai terbiasa untuk menentukan konsep dan menyamakan persepsi di awal penulsian. Itu yang dikatakan sebagai pembuatan mind mapping. Proses mencari ide dalam sebuah penulisan. Hasil diskusi dan ngobrol-ngobrol itu akan tertuang dalam mind mapping tersebut, termasuk masalah apa saja yang dapat kami tulis dalam topik tersebut. Diskusi dan ngobrol-ngobrol ini memang seru, tapi jangan dibayangkan kalo kami "baik-baik" saja. Ah, terkadang ada ngotot, ada suara keras,, tapi pada akhirnya tetap berakhir baik :D  Biasanya buat mind mapping ini dikerjakan kalo ga di kos saya ya di perpustakaan (okey..saya kangen dengan dua tempat itu .>.< ).

Selesai membuat mind mapping, biasanya kami akan membuat jadwal kegiatan dan pembagian tugas. Ini untuk mempermudah proses penulisan dan penjadwalan dibuat supaya tulisan dapat selesai sebelum deadline. Ah, tapi nih ya seringnya, biar jadwal kegiatan udah dibuat, kami sendiri sering melanggarnya. Jadinya menjelang deadline selalu aja kejar-kejaran (bagian ini seru nanti lah diceritakan selanjutnya). Selesai membuat jadwal, bagian paling seru adalah jalan-jalan. Iyaa, jalan-jalan untuk cari bahan tulisan, bisa dari wawancara dengan orang, cari bahan sekunder..Tapi tentu paling seru adalah jalan-jalan, melakukan wawancara dengan pihak-pihak terakit. Serunya bukan sekedar jalan-jalan aja, tapi juga bertemu dengan orang lain, belajar langsung dari sumbernya. Dan itu sangat menyenangkan. Dalam rangka jalan-jalan ini, kami juga merekrut seorang lagi yang bertugas sebagai navigator. Secara, sang ketua ini hobi juga nyasar di jalanan Jakarta (ups,,sorry). Kami juga punya tujuan lain sih waktu jalan-jalan ini. Iya, meanfaatkan momen mencari data ini dengan menyusup ke kantor-kantor, terutama kantor-kantor di Lapangan Banteng. eits, bukan menysusup untuk berbuat buruk sih, tapi penyusupan itu dilakuakn dalam rangka mencari tau situasi dan kondisi kantor yang bersangkutan sekaligus tanya-tanya dengan orang disana. Jaman kuliah kan belum tau akan ditempatkan dimana, jadi jaman-jaman itu masih ada kemungkinan kami akan ditempatkan di salah satu kantor di Lapangan Banteng. Penyusupan ke kantor saya sekrang ini juga pernah kami lakukan. Setidaknya saya sendiri sudah dua kali (kalo ga salah), ikut nyusup ke kantor ini. Dulu sih, sebenarnya ga ada rencana cari data kesini, niatnya pure cuma pengen main-main, pengenliat kantor DJPU :D. Kebetulan aja pak ketu ini berencana mau ambil tugas akhir tentang sukuk, jadi memberanikan diri untuk menyusup dulu ke DJPU dan tanya-tanya kemungkinan ambil data disini. Dan kelak, justru hanya saya seorang yang dapat penempatan di Lapangan Banteng. Yang lain, ada yang di Sidoarjo, di Boyolali, yang paling deket sang navigator, dapat penempatan di dekat Tugu Tani. Jalan-jalan seru lainnya adalah ketika kami ke Kraton Jojgakarta dan melakukan wawancara dengan seorang abdi dalem. Waktu itu lagi menulis tentang pernikahan adat jawa. Kami juga wawancara loh dengan seorang perias manten. Nah loh, jadi sudah ada gambaran dulu, besok-besok kalo nikah cari rias manten yang bagus kaya apa. (ngelantur :D ).

Kembali ke topik, yang kami lakukan setelah jalan-jalan cari bahan adalah mengolahnya sesuai dengan bagian masing-masing. Setelah selalesai di compile, terus kami bahas lagi bagian mana yang masih harus ditambah, yang harus dikurangi, yang EYD nya masih salah, dsb.,sampaikami yakin karya tulis tersebut sudah layak dikirim. Mengenai deadline..Beneran deh..selalu aja, waktu terasa begitu cepat, kami harus selalu ngejar deadline..Padahal seperti yang udah saya bilang tadi, kami punya jadwal kegiatan. Tapi ga tau kenapa kami selalu saja bisa melanggarnya. Jadi selalu tulsian selesai sangat mepet dengan deadline. Ngejar deadline yang paling seru itu adalah ketika besoknya kamu UAS Manajemen Keuangan, dan hari ini kami masih sibuk dengan tulisan kami. Well, tapi akhirnya selesai juga, tulisan berhasil dikirim (walaupun ga menang, tapi puas kok alhamdulillah).

Selalu ada kebersamaan dan keceriaan dalam tiap momen yang kami lewatkan bersama. Bagi saya, momen-momen tersebut bukan sekedar momen senang-senang atau hanya momen indah yang bisa dikenang, tetapi lebih sebagai sarana belajar untuk saya. Dan selanjutnya hanya syukur kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan orang-orang baik seperti mereka.

Dan sekarang ketika skripsi ini dimulai, saya merasa bahwa saya akan menulisnya sendiri. Sungguh momen-momen itu menjadi bagian yang ingin saya lakukan kembali dengan mereka. Eh, tapi saya yakin kok, saudara-saudara saya itu kan orang yang baik hati, jadi mau kan ya, nanti mengedit tulisan saya..ya ya,, ;)

gambar dari sini

Minggu, 01 Mei 2011

High Risk High Return

Ketika dihadapkan dalam sebuah pilihan, tentu tak mudah ketika memutuskan mana yang harus dipilih. Apalagi jika pilihan itu menyangkut keputusan besar yang cukup berpengaruh di masa yang akan datang. Baru-baru ini aku baru saja memutuskan sesuatu untuk hidupku. Keputusan untuk melanjutkan kuliah tahun ini.


Hmm..sepertinya tidak terlalu terlihat besar dan urgent ya. Toh, mau kuliah kan tinggal kuliah aja. Tapi sebagai seorang kuli negara yang hidup dibawah banyak peraturan, memutuskan untuk melanjutkan kuliah atau tidak, kapan melanjutkan kuliah akan berpengaruh terutama pada jenjang karier selanjutnya. Letak permasalahannya adalah ada sebuah wacana tentang peraturan menteri yang mengatur belajar atas inisiatif sendiri di kementerian kami. Singaktnya sih, dalam peraturan tersebut diatur bahwa belajar atas inisiatif sendiri baru diijinkan dua tahun setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Mungkin perlu aku jelasin sedikit disini, belajar atas inisatif sendiri itu maksudnya adalah melanjutkan kuliah atas biaya sendiri. Untuk kuliah itu perlu untuk mendapat izin dari atasan dan acc dari bagian kepegawaian supaya setelah lulus dari perkuliahan yang bersangkutan dapat mengikuti semacam ujian penyesuaian agar pangkat dan golongan dapat disesuaikan dengan lulusan yang bersangkutan. Teknisnya seperti apa, aku sih tidak akan menceritakan disini. Yang jelas, berhubung tahun ini aku baru resmi jadi PNS, jadi belum diizinkan untuk melanjutkan kuliah. Kalopun ngotot ambil kuliah, kuliah itu nantinya tidak diakui dan tidak bisa diikutsertakan dalam ujian penyesuaian.

Okey, itu jelas berita buruk untukku. Soalnya tahun-tahun kemarin belum diberlakukan peraturan seperti itu.Dan jelas merubah planning dalam hidupku beberapa tahun ke depan. Kebimbangan dimulai. Antara tetep pengen kuliah dan tidak. Udah upaya pula buat konsultasi ke beberapa orang termasuk orang-orang dari Kepegawaian. Sebagian besar menyarankan untuk tidak kuliah dulu. Paling tidak menunggu sampai peraturan itu jelas akan seperti apa (fyuh..padahal peraturannya akan disahkan kapan juga belum jelas). Bisik-bisik dari sekeliling juga bilang, ngapain sih kuliah mahal-mahal kalo toh ijazahnya ga diakui, rugi kali. Ato udah sih, kuliah di tempat yang murah aja, yang penting lulus. Ga perlu lah kuliah di tempat mahal-mahal, toh ga ngaruh ke kenaikan pangkat juga (hmm..ya..sebenernya memang aku sendiri berencana untuk daftar di tempat kuliah yang katanya-emang sih-agak mahal). Yup, aku sangat menghargai pendapat-pendapat itu. Mereka memberi saran itu berarti mereka perhatian dan ga pengen aku susah. Tapi, kadang sifat ngeyelku pun bisa menang juga. Dan hanya butuh dikuatkan satu opini dari seorang kakak, "udah sih, kuliah ya kuliah aja. Insya Allah ga akan ada yang sia-sia". Akhirnya memutuskan untuk kuliah tahun ini di tempat yang konon katanya mahal itu. 

Ternyata, setelah itu masih ada ujian terakhir sebelum memuluskan langkah untuk kuliah. Ketika pendaftaran, tenryata diharuskan membayar penuh uang kuliah satu semester. Buat nyesek juga, soalnya dari informasi sebelumnya, uang semester itu bisa dicicil sampai lulus kuliah. Tapi kenyataan tidak seperti itu rupanya. Ujian lagi tampaknya untuk benar-benar menguji kesungguhanku buat kuliah.Sempet mikir tuh, udah bayar mahal gini, kalo sampe ga diakui gimana, Berarti besok mesti kuliah lagi kan ya..hmm.. Sudah seperti ini, kembalikan lagi pada niat awal kuliah, untuk apa. Hanya untuk mempercepat kenaikan pangkat, atau untuk pelarian mencari kesibukan, atau karena Allah semata. Aku memilih alasan yang ketiga (walaupun ga munafik juga, dua alasan sebelumnya juga ambil bagian dari alasanku cepat kuliah). Tapi insya Allah dengan niat semata karena Allah, semuanya akan menjadi lebih mudah.

Baiklaah, dalam bagian kehidupanku ini, aku telah banyak belajar. Pertama, belajar untuk mengambil keputusan penting. Masing-masing keputusan itu akan selalu memiliki risikonya masing-masing, keputusan apapun yang akan aku pilih. Termasuk keputusanku memilih kuliah tahun ini, risikonya adalah kuliah itu tidak diakui (dalam versiku hanya tidak diakui untuk ujian penyesuaian aja kok). Tapi aku rasa, aku tahu apa yang baik untuk hidupku, aku tahu apa yang sebenarnya ingin aku capai dalam hidupku. Kedua, aku belajar untuk bertangung jawab atas keputusan yang sudah diambil.Menurut aksioma pertama Manajemen Keuangan, High Risk High Return. Ketika kita berani mengambil risiko besar, maka imbal baliknya pun akan besar juga. Selalu percaya bahwa tidak ada yang sia-sia yang kita kerjakan, apalgi jika dilandasi niat karena Allah semata. Ketiga, aku belajar untuk tidak banyak mendengarkan opini orang. Bukan bermaksud menyalahkan opini tersebut, tapi terkadang opini itu tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita butuhkan. Kita yang lebih tau apa yang baik untuk kita karena kita sendiri yang menjalani hidup kita. Ga berarti selalu ngeyel dengan saran orang lain. Tapi ya ambil saja yang baik, dan tinggalkan yang tidak baik.. :) Aku hanya paham, bahwa saat ini Allah sedang memberi kelapangan dalam waktu dan kesempatan dan rizqi. Dan aku ga pernah tau apakah nikmat tersebut masih Allah berikan di tahun-tahun mendatang.

Di akhir tulisan ini, aku mau menutupnya dengan bacaan basmalaah (loh..!!). Yup, dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang..Semoga Allah selalu memberikan keberkahan dan kemudahan dalam menuntut ilmu.. Amiin..Amiin ya Robbal 'alamin..

Satu harapan di masa yang akan datang..Semoga ilmu yang didapat berkah..dan ilmu tersebut bisa aku bagi ke orang-orang..