Sabtu, 07 November 2020

Hang Out

Pada dasarnya eyangnya anak-anak ini suka jalan-jalan. Setiap kunjungan ke Bekasi, biasanya ada agenda jalan-jalan dan silahturrahim ke kerabat di Jabodetabek. Itu pun pas hari kerja, eyang bakal jalan sendiri di sekitaran rumah, yang jalan ke pasar, mengunjungi masjid, jemput Nadya sekolah. Intinya sih hampir setiap hari ada kegiatan keluar rumah. Namun, karena situasi masih belum memnungkinkan untuk banyak beraktivitas di luar, seminggu di bekasi eyang di rumah terus. Pastinay ada rasa bosan ya. Karena walaupun kami semua di rumah, tapi selalu ada kesibukan baik kerja maupun sekolah. Jadinya sepanjang hari eyang hampir ga ada kegiatan. Weekend ini diputuskan untuk jalan keluar. Karena ahadnya janjian ke rumah bude, maka sabtu ini kami merencanakan untuk makan di luar. Sejujurnya bagi keluarga kami, ini adalah acara makan di luar pertama sejak pandemi di bekasi. 

Untuk merealisasikan acara makan di luar, saya searching dulu tempat makannya. Pertimbanagn pertama yang dipilih pastinya tempat makan yang aman, jatuhlah pilihan tempat makan outdoor. Bayangan saya sih, pengennya tempat makan saung-saung gitu, supaya ga bercampur dengan pengunjung lain. Setelah searching-searching, dapatlah sebuah rumah makan area outdoor, dengan menu sunda, plus letaknya tidak terlalu jauh dari rumah, sekitar 8-9 km. Suami pun acc dengan pilihan tempatnya. Karena tidak terlalu jauh, kami berencana berangkat pukul 10.30 an. dengan pertimbangan sampai area pukul 11, lanjut order menu, kemudian spare waktu untuk menunggu menu datang, jadi perkiraan makan siang sekitar pukul 11.30. Pas lah menurut rencana kami.

Realitasnya, walaupun full wfh namanya hari libur tetap berasa libur. Saya dari pagi lumayan malas ke dapur, jadinay buat sarapan agak telat. sarapannya pun telat. Setelah itu lanjut ngobrol sama eyang, eh sudah jam 9 aja. Berhubung sebenenrya ada rencana berkebub, di waktu singkat tersbeut saya masih menyempatkan diri berkebun dahulu. estiamsi sampai jam 10 saja, tetapi jadinya baru selesai sekitar 10.20. Jam segitu kami baru mulai siap-siap. Jam 11 kurang baru berangkat, itu pun masih mampir ke laundry. Karena baru pertama kali ke resto tersebut, kami dipandu gmaps dengan saya tentunya sebagai navigator. Alhamdulillah walaupun diarahkan melalui jalanan smepit, sekitra pukul 12 kurang kami sampai tempat. Ternyata restonya cukup ramai dan Alhamdulillah kami masih dapat tempat. Segera kami order menu. Eh ternyata, ga berapa lama menu yang kami order sudah ready, jadi ga menunggu waktu lama. Kami semua langsung makan. Alhamdulillah masakannya enak semua. Anak-anak makan lahap plus dapat hiburan liat ikan dan kura-kura di resto tersebut.

Kegiatan hari ini, kami merasa sangat puas. Walaupun cuma sebentar, tapi cukup menghibur eyang. Ya, mungkin ga cuma eyang tapi anak-anak, dan kami berdua tentunya. Semoga pandemi segera berlalu jadi bisa jalan-jalan lagi, :)

****

Nilai 99%






Jumat, 06 November 2020

Selebrasi sebuah Kegagalan

Tekad dan rencana seringkali tidak sesuai dengan realitas yang terjadi. Sekuat apapun tekad saya untuk terus konsisten, paling tidak selama tantangan 15 hari, ada kalanya saya gagal juga. Gagal buka karena tujuan dari gamesnya tidak tercapai, tetapi gagal karena saya tidak mengerjakan game yang diberikan.

Zona 3 ini temanya adalah cerdas emosional dan spiritual. di zona 3 ini kami diminta untuk merancang family project dengan tema menjadi sahabat terbaik anak. Hari ini saya tidak melakukan project apapun. Sejak dua hari ini, pekerjaan kantor tiba-tiba datang bertubi-tubi. Bukan pekerjaan besar memang, tapi justru pekerjaan kecil printil yang semakin ditumpuk akan semakin banyak. Jadi tidak ada pilihan selain diselesaikan. Namun walaupun pekerjaan printil, nyatanya cukup sukses menguras otak dan tenaga. Karena inilah, fokus saya sedang tidak bisa terpecah. Alhasil saya tidak dapat memikirkan family poject untuk hari ini. ditambah lagi rasanya 2 hari ini saya agak abai dnegan anak-anak TT. Mungkin juga karena eyangnya anak-anak sedang berkunjung, jadi mereka nempel semua ke eyang. Alam bawah sadar saya seperti berkata untuk fokus engan kerjaan saja. Jadilah begini. 

Sebagaimana janji saya pada diri saya, yaitu meningkatkan profesionalisme baik di ranah publik dan ranah domestik. Saat ini saya sedang dichallenge untuk memperbaiki manajemen. Karena bagaimanapun kehadiran eyangnya anak-anak tentunya menjadi tantangan sendiri yang membutuhkan manajemen yang berbeda jika dibandingkan hari normal. Bahasa kerennya dalam kondisi demikian saya tidak dapat lagi melakukan business as usual. Harus extra ordinary lah intinya. 

Ke depannya, saya harus mulai memetakan manajemen risiko agar ketika kondisi normal tidak terjadi, saya sudah tau treatment seperti apa yang harus saya lakukan.



nilai : 0%

Kamis, 05 November 2020

Lapar = Cranky

Bagi keluarga kami, aktivitas masak dan makan adalah aktivitas yang penting dan menyenangkan. Apalagi di masa WFH dan SFH ini, seluruh anggota keluarga ada di rumah, dampaknya aktivitas dapur meningkat.  selain menyiapkan makan besar, kami juga perlu menyiapkan cemilan diantara jam makan. Kalau ga ada cemilan, jadi lapar, jung-ujungnya cranky..Ga cuma anak-anak sih, saya dan suami juga sama. Perpaduan lapar, kerjaan banyak, lelah itu sama sekali ga menyenangkan. Mitigasi yang bisa dilakukan adalah selalu prepare masakan di jam makan serta cemilan.
Untuk aktivitas penyediaan konsumsi ini, saya selalu dibantu suami. H-1, kami memutuskan besok masak apa, siapa yang masak. Kalau belanja bahan udah pasti suami sih.. Saya belanja yang kurang aja di tukang sayur, inipun kalau bisa didelegasi ke teteh/Nadya, saya ga belanja juga sih. Untuk cemilan lebih seringnya tentantive sih. Kadang masak, kadang jajan. H-1 ini memang sedikit error karena saya ga ngobrol sama suami. Defaultnya memang saya yang masak, tetapi kadang kaalu saya lagi capek atau malas, gantian suami yang masak. Dalam otak saya, saya sudah merancang menu untuk hari ini, yaitu sayur kakngkung dan goreng bacem. Harapannya masak cepat dan singkat. Untuk cemilan, Alhamdulillah kemarin dapat hantaran dari saudara plus karena eyang di rumah, eyang support bikin cemilan.

Realitasnya, pagi ini tetiba pak suami pengen bakwan. Berhubung bikin bakwan itu bahannya banyak, saya kumat malesnya :D. Alhasil pak suami yang masak. Eh plus dia pengen nambah telur dadar isi bakso dan bikin sambal matah. Jadi rempong kan ya. alhamdulillah sih suami yang masak semua. saya tetep, kebagian masak kangkungnya saja. Karena ketambahan menu lain-lain ini, biasa skeitar jam 7 sudah beres masak, ini baru sekitar jam 8.30 beres. Molor lamaa...Sejujurnya saya agak bete, tapi yasudahlah. Memang ini gegara misscomm di awal.

Pelajarannya adalah ada baiknya selalu komunikasi dulu di awal. Supaya jam makan tidak molor yang berakibat aktivitas ke belakangnya terganggu. Saya tipe yang agak kaku emang kalau soal waktu. Bisa fleksibel sih tapi dalam kondisi tertentu saja. Ke depannya, obrolan menu ini pengennya melibatkan anak-anak juga. Tentunya beserta aktivitas masaknya.


*****
nilai ;75%



Rabu, 04 November 2020

Ujian Hapalan

Selesai menyelesaikan hapalan An Naba', Nadya diperbolehkan untuk mendaftar ujian. Kata gurunya untuk mendapat jadwal ujian dari ustadz agak lama karena antreannya panjang. Qodarullah ketika kemarin saya kontak ustadz untuk minta jadwal ujian Nadya langsung dapat jadwal pagi ini pukul 7.30. Karena bertepatan dengan pelajaran tahsin, saya berencana untuk meminta geser jadwal video call tahsin ke guru Nadya. Selain itu,dari semalam, saya sudah mempersiapakan Nadya untuk ujian hari ini. Rencananya malamnya saya memang tidak mengulang hapalan. Biar Nadya relax dan tidak menjadikan ujian ini sebagai beban. Jadi kami ngobrol santai saja untuk mempersiapkan ujian kelulusan hapalan. Sejujurnya saya cukup deg-degan karena ini ujian pertama Nadya plus khawatir Nadya grogi karena belum kenal dengan ustadznya. 

Realisasinya, ujian hapalan berjalan lancar melaui media zoom. Walaupun terlambat sekitar 10 menit. Nadya cukup lancar mengulang hapalannya plus lancar melanjutkan pengalan ayat yang merupakan salah satu mata uji dalam ujian tersebut. Ujian berlangsung sekitar 15 menit dan nadya dinyatakan lulus serta boleh melanjutkan hapalan ke surat berikutnya. Selanjutnya saya juga sudah berkomunikasi dengan guru tahsin Nadya supaya jadwal video call tahsinnya belakangan saja. Alhamdulillah gurunya setuju. Jadi setelah selesai ujian hapalan, tidak selang lama jadwal video call tahsin. 

Alhamdulillah rencana pagi ini berjalan lancar semua. Saya yang deg-degan selama ujian, tapi anaknya malah santai. Jadi pelajaran sih buat saya untuk tidak terlalu khawatir dan percaya saja pada kemampuan anak. Berikan anak kepercayaan agar kelak dia akan mandiri. Plus ajari juga anak untuk menerima kegagalan karena dalam hidup ini tidak smeua isinya adalah keberhasilan. Ini saya katakan ke Nadya, kalaupun tidak lulus hapalan, tidak mengapa karena yang penting adalah tetap menghapal.



****

nilai : 98%



Selasa, 03 November 2020

Menghapal

Salah satu kegiatan belajar di sekolah Nadya adalah menghapal surat Al Qur'an. Kegiatan menghapal sendiri sebenenrya bukan hal yang asing bagi Nadya. Jika di TK dimulai dari surah An Nas, di SD ini dimulai dari surah An Naba'. Walaupun merupakan kegiatan belajar di sekolah, tapi saya merasa tetap harus mendampingi Nadya dalam kegiatan menghapal. Rencananya muroja'ah hapalan akan dilakukan setiap malam ba'da Isya. Saya bertugas menyimak hapalannya. 

Aktualnya, terkadang muroja'ah tidak dapat dilakukan setiap malam. Faktornya karena saya masak, atau Nadya ngantuk, atau distraksi lain seperti Umar rewel. Walaupun masih bolong-bolong, kami masih mengusahakan untuk tetap konsisten menghapal. Jika tidak dapat menambah satu ayat, paling tidak mengulang bacaan yang sudah dihapalkan. Dengan pendampingan seperti ini, saya merasa Nadya lebih semangat menghapal. Setiap jamnya muroja'ah, andya tampak antusias dan tidak ogah-ogahan. Poinnya juga saya tidak menetapkan target banyak untuk hapalannya, yang penting adalah tetap konsisten dan bergembira dalam menghapal. 

Refleksi dari kegiatan ini adalah selain tentunya menambah jumlah hapalan, Nadya belajar untuk konsisten dalam melakukan sesuatu. Konsisten dan rutin. Harapannya semnagat menghapal ini bukan karena mengharap nilai bagus di sekolah saja, tetapi tentunya mengharap rahmat Alloh.

*****

Nilai : 89%


#harike6

#tantangan15hari

Senin, 02 November 2020

Homeschooling

Kegiatan sehari-hari kami sejak pandemi otomatis menjadi berubah. Saya dan suami  setiap hari berangkat ke kantor, Nadya sekolah full day, dan Umar setiap hari di daycare menjadi full di rumah. suami saja yang sebulan 2 - 3 kali harus ke akntor, smeentara saya full wfh. Sekolah anak-anak ditutup. nadya masih ada pembelajaran online, sementara Umar full di rumah. 

Sejak full di rumah ini, di satu sisi saya merasa Umar kurang stimulus. Walaupun posisi di rumah, saya sepanjang hari masih harus mengerjakan pekerjaan kantor. Tentunya setelah melakukan pekerjaan rumah seperti memasak dan menemani Nadya belajar online. Otomatis waktu untuk mengajari Umar jadi sangat terbatas, pun karena saya minim ide mebgajari Umar, rasanya Umar jadi terabaikan. Berangkat dari hal tersebut plus kebetulan saya menemukan situs homeschooling, saya dan suami berencana untuk mencoba menerapkan kurikulum homeschooling. Sebenernya sederhana saja, kami cukup membayar sejumlah uang untuk membeli 1 paket materi homeschooling.Dengan menggunakan working paper tersebut, Umar bsia belajar sesuai materi yang dikirimkan. Pembelajarannya seputar membuat prakarya, pelajar tematik, mengenal angka dan huruf. Plus dalam paket yang kami beli, kami akan mendapat dua kali sesi virtual zoom.

Rencananya pembelajaran Umar akan disambi selama Nadya sekolah dan saya bekerja. Saya bertindak sebagai kepala sekolah plus guru yang menetapkan pembelajaran apa saja yang akan diberikan. Berhubung saya sambi bekerja, jadi saya butuh teteh untuk menjadi asisten guru.  Jadi saya yang ajar Umar, tetapi teteh yang mendampingi Umar. Tugas saya cuma mantau saja. Sementara suami bertugas sebagai seksi akomodasi yang memiliki tugas menyiapkan bahan seperti print bahan ajar, menyiapkan alat dan bahan ajar. 

Realitinya, pembelejaran homeschooling belum dapat dilaksanakan karena suami belum sempat print bahan ajar. maklum ya, kami belum punya printer. Namun, Umar smepat mengikuti satu sesi virtual meeting dengan tema mobil pemadan kebakaran. dalam sesi tersebut, Umar dan teman-teman bersama-sama membuat mobil pemadam kebakaran dari karton bekas susu. Semua peralatan sudah disiapkan suami. Saya bertugas mendampingi Umar selama virtual meeting. Meeting dilaksanakan selama sekitar 90 menit. empat puluh menit pertama, Umar masih antusias mengikuti pembelajaran, menit selanjutnya sudah mulai bosan. Tapi pada dasarnya Umar cukup hepi karena mendapat kesempatan untuk memegang gunting dan memotong kertas. Baginya ini tentu hal yang menyenangkan. ditambah mobil pemadam kebakarannya akhirnya jadi juga. 

Bagi anak seusia Umar, memang belum bisa fokus terlalu lama terhadap suatu hal. Jadi virtual meeting 90 menit sepertinya cukup lama. Tapi saya cukup appreciate mengingat ini adalah virtual meeting pertama Umar dan dia cukup dapat mengikuti dengan baik.dan mneurut saya, poin pebelajarannya yaitu pengenalan mobil pemadam kendaraaan sudah dapat diterima Umar dengan baik. Terbukti bahwa dia paham fungsi mobil pemadam kebakaran dan dapat menunjukkan dengan benar gambar mobil pemadam kebakaran.






******

nilai : 95%


 #harike5

#tantangan15hari

Minggu, 01 November 2020

Kembali

Setelah seminggu mudik di Magelang, Sabtu lalu kami kembali ke Bekasi. Perjalanan pulang kali ini memang seklain menjemput eyangnya anak-anak. Rencana perjalanan diatur. Kami berencana berangkat dari Magelang pukul 08.00 dengan rute melewati Wonosobo. Driver papa seorang (walaupun eyang kkaung juga bisa nyetir, tapi tidak ada rencana untuk gantian nyetir, jadi papa nyetir santai saja). eyang kakung bertugas jadi navigator.  Seksi packing saya tentunya. Seksi konsumsi eyang putri. Anak-anak seksi hore-hore. Perkiraan sampai bekasi sekitar Maghrib, jadi kami menyiapkan konsumsi untuk makan siang saja, plus cemilan-cemilan selama di jalan. Berhenti untuk makan, solat plus kalau driver capek ya istirahat. Jadi perjalanan santai saja.




Realitinya, Alhamdulillah bisa berangkat sekitar jam 8. Tadinya saya khawatir molor, namnaya juga harus nyiapin krucils. Selain Nadya dan Umar, ada dua sepupu anak adik saya yang juga bersiap pulang ke Semarang. Jadi berangkat sama-sama, satu rombomgan ke Bekasi, satu ke Semarang. Perjalanan lancar sampai Wonosobo, kami semua menikmati pemandangan. Berhenti sebentar di Kledung Pass, niat hati mau foto-foto tapi baru sebentar hujan turun, jadi langsung masuk mobil dan melanjutkan perjalanan. Selanjutnya perjalanan menuju Purwokerto-Banjarnegara- Bumiayu- untuk masuk tol Pejagan ramai lancar. Perjalanan terasa sangat lama. menjelang Mangrib kami baru lewat Bumiayu. Rasanya sudah sangat lelang, hampir seharian perjalanan masih di Jawa Tengah. Alhamdulillah anak-anak tidak rewel dan masih menikmati perjalanan. Karena bekal makan sudah habis, untuk akan malam kami harus berhenti makan di restoran. Namun karena tidak menemukan tempat bersih untuk solat, jadi solat Maghrib dan Isya dijamak di rumah. Selepas memasuki tol, jalanan masih padat tapi lancar. Alhamdulillah papa masih semangat nyetir. Saya dan anak-anak sudah ga sanggup melek. Padahal rencana saya ga tidur karena kasian kalau papa nyetir sendiri. Sampai Subang, istirahat sbenetar karena papa ngantuk. Kami istitarahat sekitar 30 menit. Anak-anak sudah anteng tidurnya. Setelah 30 menit perjalanan dilanjutkan dan akhirnya sampai Bekasi sekitar pukup 23.30.



 

Perjalanan kali ini memang cukup panjang, hampir 16 jam perjalanan. Alhamdulillah anak-anak bersabar dalam perjalanan ini dan cenderung menikmati. Ga pakai rewel, ga pakai bosan. Dari perjalanan ini kami belajar untuk bersabar dalam proses. Menikmati perjalanan dari yang lancar, pemandangan indah, sampai jalan berliku, disambut hujan lebat. semua dinikmati sebagai bagian dari proses. Sebagaiman juga perjalanan hidup, ketika lelah, berhenti sebentar untuk kemudian berjalan maju. Berhenti bukan untuk menyerah kemudian kembali, tetapi berhenti untuk mengumpulkan kekuatan supaya melesat lebih cepat. 



*******
Nilai ; 90%