Rabu, 22 September 2010

Kontemplasi

"Nak aku akan mengajarkanmu beberapa patah kata, 'Jagalah Allah, maka Dia akan senantiasa menjagamu. Bila engkau meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah apabila semua umat bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah ditulis Allah bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu padu untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidajk dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang ditulis Allah bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan telah mengering." (HR. Tirmidzi)
Baru saja membaca hadits tersebut dari sebuah buku yang baru aku baca. Ada perasaan aneh ketika selesai membaca hadits tersebut. Subhanallah..seperti tersadarkan atas sesuatu. Belakangan ini memang sedang banyak meratap dan cemas. Kenapa Allah memberiku ini, bukan yang itu..Mengapa aku  seperti ini, bukan seperti itu. Mulai membandingkan kondisi diri sendiri dengan kondisi orang lain. Kemudian cemas sendiri ketika memikirkan, "klo kondisinya begini, besok bakal seperti apa y..," atau berangan terlalu jauh dan akhirnya merasa cemas ketika mungkin menyadari hal itu tidak tercapai.. yah, dan banyak lagi mengapa-mengapa dan bagaimana yang terlonta. Ujung-ujungnya jadi tidak bersyukur (astaghfirulaah al'adzim..)..

Pena telah diangkat dan catatan telah mengering..sudah seharusnya tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Bahkan sejak aku dalam rahim ibuku, ketentuan itu sudah tercatat. kapan lahirku,ajalku, rizkiku, dan jodohku..Semua sudah tercatat dalam Lauh Mahfudz secara detail. Skenarionya sudah ada, tinggal tokoh inilah yang akan memerankan cerita. Tiap manusia akan menjadi pemeran utama dalam skenario kehidupannya masing-masing..

Kadang dalam renungku, aku masih menyelipkan prasangka baik, bahwa apapun jalan cerita hidupku, itulah skenario yang terbaik untukku. Bukankah Allah akan sesuai dengan prasangka hambaNya. Yah, walau kadang ketika futur datang, masih saja protes terhadap jalan cerita yang menurut logika manusiaku itu sangat tidak mengenakkan. Namun, kadang juga bertanya-tanya setelah ini jalan cerita hidupku seperti apa ya.. Skenario apa yang sebenernya telah dipersiapkan untukku..Dengan itu aku menanti hikmah dan ibrah apa yang akan aku dapat dari jalan ceritaku. (bisa dibilang ini seperti nonton sinetron, kelanjutan kisahnya kaya apa y..hehe..)

Anyway, aku tidak akan (lebih tepatnya belajar untuk tidak lagi) memusingkan apa-apa yang akan terjadi nanti. Tugasku sekarang adalah berikhtiar. Apapun endingnya, itu adalah hasil terbaik. Dan ketika logika manusiaku berkata bahwa hasil itu mengecewakan, itu berarti kesabaranku dalam berikhtiar masih perlu dipertanyakan.


At last..hidup itu tak lain adalah sebuah perjalanan. dan perjalanan itu akan berarti pembelajaran. Walaupun akhir hidup kita pun sudah tertulis, tapi kita tak tahu dalam perjalanan itu kita akan menemui apa saja. kita juga tidak tahu skenario lengkap jalan hidup kita. Itulah kenapa kita harus selalu berikhtiar yang terbaik.



Ya Rabb..jadikan aku manusia yang selalu bersyukur atas nikmatMu...
masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang beriman..
Dan jangan jadikan aku termasuk orang-orang yang lalai terhadapMu..
Yaa. muqollibal qulub wal abshari tsabit qolbi 'ala dinika..







Jumat, 17 September 2010

..Live happily ever after...


" Akhirnya pangeran dan puteri menikah. Dan mereka pun hidup bahagia selama-lamanya. Live happily ever after.."

Masih ingat kan, dongeng-dongeng yang pernah kita baca atau dengar jaman-jaman kecil. Hampir di setiap dongeng, apalagi kalo dongengnya tentang pangeran dan putri, endingnya selalu nikah dan hidup bahagia selama-lamanya. Dan biasanay ni, cerita sebelum pertemuan pangeran dan putri itu ada cerita dramatis dulu, contohnya aja sang putri tadinya adalah seorang anak yang disia-sia ibu dan saudara tirinya dan dijadikan pembantu di runmahnya sendiri. Kemudian sang pangeran datang, menikahi gadis itu..then..live happily ever after..

Mungkin secara tidak disadari, sedari kecil kita dicekoki dongeng-dongeng semacam itu. Dongeng-dongeng khayalan yang sebenarnya membodohi dan membohongi anak-anak kecil. Setelah membaca dongeng itu, mindset yang terbentuk adalah hidup itu akan selalu berakhir dengan keindahan dan kebahagiaan. Apalagi setelah menikah dengan orang yang kita cintai. Dengan kata lain, menikah adalah akhir dari penderitaan dan merupakan awal dari kebahagiaan (baca: kebahagiaan yang kekal).

Padahal dalam konsep agama. kebahagiaan yang kekal adalah kebahagiaan di akhirat nanti. Kehidupan di dunia adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan yang kekal di akhirat tersebut. Konsep ini yang justru kadang terlupa ditanamkan dalam mindset anak-anak. Akibatnya, banyak anak yang ketika mulai menginjak remaja dan dewasa tidak dapat membedakan fakta dan realitas.  Dalam masa remaja, sangat berantusias mencari seseorang yang dicintai untuk dapat hidup bahagia selama-lamanya bersama dirinya. mungkin saat ini ga jarang, denger pacaran ala ABG yang dihiasi  rayuan gombal, menjanjikan akan setia mendampingi selamanya, mencintai selamanya, dll..haduh, sebenernya sering geli denger janji-janji semacam itu. janji yang seharusnya belum boleh diucapkan. Jelas karena janjinya ke pacar dan yang buat janji adalah seorang ABG yang belum siap nikah. hmm...tapi lebih geli juga sih kalo ada orang dewasa yang masih obral janji dan rayu gt..:D
(loh,critanya jadi melenceng).

Intinya c cuma mau bilang dongeng2 kaya gitu cuma makin membuat anak-anak merasa dirinya sengsara. karena ketika ga bisa dapet seperti apa yang ada dalam dongeng itu, anak akan merasa hidupnya ga bahagia. Dan bisa jadi dia akan hidup dalam angan-angan. Yah,berangan tentang hidup bahagia seperti yang ada di dongeng gitu..iy ga sih..?? itu sih menurut pendapatku..hehe..

 *ni tulisan sbnrnya rada ngaco..habisnya ditulis dengan suasan ahati yg sedang kacau juga..:D







Rabu, 01 September 2010

Untukmu...

Azka....
sesuatu yang suci..
dan karena engkau hadir dalam fitrahmu yang suci..
aku lah yang akan memberimu warna..
dan akan menuntun jalanmu..
memberimu pengajaran..
baik buruk..dan hitam putih dunia ini..


Azka..
kelak kau harus mengingat janjiku saat ini..
ketika nanti kita dipertemukan..
aku akan memberi apa yang menjadi hak mu..
memberimu dari segala yang baik..
mungkin tidak hanya yang baik, tetapi yang terbaik untukmu..
karena tidak akan ada sesuatu yang haram masuk ke dalam jiwamu..

Azka..
sesuatu yang suci..yang lahir dari cinta..
aku pun akan mengajarkanmu tentang cinta..
cinta pada Rabb mu, cinta pada Rasul mu..
hanya itu yang akan memberi cahaya pada hidupmu
dan jadikan Al Quran sebagai pedoman hidupmu..
supaya kelak kau tak salah melangkah..
biarkan aku mengajarimu..
hingga kau dapat mengucap alif pertamamu..

Azka..
sesuatu yang suci..
jadilah cahaya yang akan menyelamatkanku..
karena kelak doamu yang akan menjadi penolongku..


Azka..
masih banyak yang ingin aku ucap..
tapi hanya ini yang bisa terucap..
sejak sebelum hadirmu..
aku sudah mencintaimu..






Jumat, 20 Agustus 2010

My Family

Family..satu kata yang bisa melahirkanbanyak makna dan arti. Dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidupku. Bagaimana tidak,sejak adanya aku, bukankah aku sudah menjadi bagian dari family itu. Yup, kalodi translate ke dalam bahasa Indonesia, arti kata family itu berarti keluarga,yaitu keluarga inti yang terdiri dari ayah ibu dan anak. Tapi kalo menurutku yang namanya keluarga, ya termasuk saudara-saudara, sepupu-sepupu baik yang jauh maupun yang dekat.

Malam ini adalah ramadhan hari ketujuh.Dan memang bukan ramadhan pertama di peratauan. tapi tiap kali ramadhan sepertiini akan selalu merindukan suasana ramadhan di rumah. Merindukan orang-orangyang ada disana, merindukan bisa sahur dan buka bareng, merindukan ke masjidbareng. Dalam memoriku, ramadhan jaman aku kecil itu, suasananya bener-benerberasa. Mulai dari sahur bareng, buka bareng, ke masjid bareng. Paling seru selalu heboh kalo pas buka. Dari beberapa menit sebelum adzan udah akanmenanti-nanti, ntar pas adzan maghrib, rasanya seneng banget. Buka bareng lah kami. Yang ga ketinggalan juga adalah maen kembang api. Hihi..seruu..

Di luar ramadhan pun, juga ga kalah seru. Apalagi kalo libur panjang dan pada ngumpul di rumah eyang. Ada aja yang bisa dimainin. Dari maen petak umpet, maen bekel, dakon, pasaran,kucing-kucingan, 'tek-tek mek' (bener ga sih ini namanya, itu loh maen yangsalah satunya matanya ditutup trus cari yang lain dan nebak orang itu sapa),sampe manjat pohon. Kalo yang terakhir ini, sejak dimarahin papa ga berani lagi coba-coba manjat pohon jambu. Hehe..tapi ni pohon jambu bersejarah dah tamat riwayatnya ya..T_T

Hmm...ya..setelah aku pikir-pikir, temenmaenku jaman kecil itu yang cuma adek dan para sepupu. Aku juga heran sih, kokdulu aku ga punya temen maen ya..males maen keluar rumah kali ya.. jadi ya,para sepupu itu selain sebagai sodara ya mereka itu adalah teman bermain danteman tumbuh. Intinya sih juga karena aku hidup bareng mereka dan menghabiskan masa kecil bareng mereka. Hihi..

And the year goes by...waktu berlalu,umur bertambah, dan kami pun tumbuh dewasa. Makin kesini, jalannya juga dah beda-beda. Ambil kuliah aja dengan jurusan yang bermacam-macam, di tempat-tempat yang berbeda pula. Dan jelas akibatnya, menyebarlah kami. Frekuensi ketemu jugadah makin jarang aja. Jangankan dengan para sepupu, sama adek sendiri aja jugadah mulai jarang bisa ketemu. Kalo dipikir, lucu juga sebenernya, jarak itu terkadang justru makin memperkuat rasa. Dulu sama adek, hamper tiap hari bisa berantem n marah-marahan. Namanya anak kecil, ada aja yang diributin. Padahal Cuma hal-hal sepele. Sekarang jarak membuat kami dah ga akan sempet berantem lagi. Ada jugamalah kangen kali ya..hihi..beruntunglah jaman sekarang teknologi dah semakin canggih aja. Biar jarak jauh, tetapi komunikasi masih bisa terjalin denganbaik. Makanya seneng sih, kalo dapet sms, yang Cuma Tanya, "lagi ap mb,,?" ato " met buka puasa ya mb.." sms-sms yang sepertinya ga penting tapi bakal jadi sangat bermakna Karena itu berarti masih ada perhatian.Dan telp pun sekarang jadi hal yang wajib. Ada yang kurang kalo dalam semingguga ngobrol gitu. Ditambah lagi, ada fbgini, makin bisa sering-sering aja lah komunikasi.

Anyway, dah semakin malem, si Ayesha juga dah mulai kelaparan..jadi udahan aja curhatnya..ni tulisan rada lebay ya. Habisnya lagi bener-bener kangen dengan suasana itu lagi. Rasa-rasanya pengen balik ke jaman kecil lagi, biar bisa maen-maen lagi..^^ (sekarang eranya dah terganti ya ma yang kecil-kecil ini. Dah mpe ada keponakan lagi..heheh..jadi berasa tua aj..)

At last, moga ukhuwah yang udah ada ini tetap terjalin dengan baik. Sejauh apapun kita pergi, kita harus selalu inget dari mana kita berasal. Kita berasal dari rumpun yang sama loh..hoho..Dan semoga kita masih diberi umur buat sampe ke lebaran ini, masih diberi rizqi buat ngumpul lagi. Tunggu kepulanganku di Magelang ya..Hayuk, yang di luarMagelang, siap-siap beli tiket mudik..See you in Magelang..^^

Minggu, 25 Juli 2010

Nasehat Ibu untuk Putrinya

Menjelang pernikahan purinya, Umamah memberikan 10 nasehat kepada putrinya sebagai bekal menuju kehidupan barunya. Sepuluh nasehat yang menurutku sangat bagus dan mengena. Apalagi setelah kesepuluh nasehat itu dijalankan putrinya, kehidupan rumah tangganya menjadi mulia dan menghasilkan keturunan yang baik.
Tapi, yang bisa kasih nasehat bagus seperti itu bukan cuma Umamah saja, ibunya Annisa juga bisa kasih nasehat buat anaknya ini.hihi..(yang jelas ngena juga, paling ga buatku). Nasehat ini memang sangat berguna untuk hidupku sekarang dan di masa yang akan datang. Dan nasehat yang disampaikan ini, tidak semua berupa ucapan tapi ada juga yang berupa perbuatan sehingga tanpa diucapkan pun, aku akan melihat contoh nyata keteladanan beliau. Dan yang aku tulis sekarang ini, mungkin hanya sebagian kecil nasehat-nasehat yang pernah beliau berikan,

1. Jika seseorang berbuat tidak baik, janganlah marah berlebihan
Sekali marah pada orang, apalagi berlebihan akan merusak hubungan baik yang telah terjalin sebelumnya dengan orang tersebut. Apalagi kita tidak akan tahu, jangan-jangan di masa yang akan datang kita akan membutuhkan bantuan orng tesebut. Jadi, kalo ada perbuatan orang yang tidak berkenan, sampaikanlah ketidaksukaan itu dengan baik. Hadapai dengan bijak. Intinya jangan pernah memutus silahturahmi.
2.         Jangan menambah masalah dalam masalah
Ni nasehat paling sering dibilang, habisnya aku ini panikan dan suka dilematis kalo lagi dalam masalah akhirnya sering ga bisa ambil keputusan dengan cepat. Dan kadang malah manmbah masalah dengan bertanya "gimna klo gini, gmn klo gt..". semakin aku bertanya-tanya seperti itu, paling makin bakal diomelin.hihi..habisnya malah jadi menambah masalah dan masalah yang lama ga selesai juga. pesen mama, setiap keputusan itu memiliki risiko, risiko seperti apa, ya itu harus dihadapi. Bukan malah dihindari. Bersikaplah dewasa saat menghadapi kondisi seperti itu.
3.         Belajar itu penting dan selagi bisa belajar, belajarlah teruus
Mama ini memang tipikal pembelajar. Sampai setua ini pun, semangat belajarnya masih tinggi. Anak-anaknya udah gede ini, kadang bisa sharing ilmu. Kalo dulu jaman kecil, mama yang nemenin dan ngajarin kami belajar, sekarang kadang kami yang ngajarin mama. Kaya belajar excel, belajar facebook an. beliau memang punya rasa ingin tahu yang besar.  Pernah juga belajar ngaji. Mama mang telat sih belajar ngajinya. Menjelang 50 tahun baru belajar ngaji lagi. Ga buta-buta amat sih, tapi tidak cukup lancar. Untuk ukuran orang yang sudah tua, menurutku kemauan dan kerja erasnya untuk belajar itu patut diacungi jempol. Beliau ga malu biar mulai belajar dari iqro', manggil guru ke rumah. tetep semangat deh. Alhamdulillah sekarang udah lancar, dan masih rajin ngaji. Bener-bener salut deh..
4.         Emansipasi itu boleh tapi tidak berarti menjadikan wanita dan pria itu benar-benar sama
Emansipasi itu boleh apalagi untuk kesetaraan pendidikan. Tapi hal itu tidak menjadikan pria dan wanita itu sepenuhnya sama dalam berbagai hal. Karena masing-masing punya kodratnya dan tidak bisa dipersamakan.
Nasehat ini dikasih waktu ada pembagian tugas rumah antara aku dan adek. Maksudnya biar aku tidak iri dan protes kenapa aku dikasih kerjaan seperti ini, adek dikasih kerjaan seperti itu. Dan kadang kerjaanku mang jadi lebih banyak dibanding kerjaan rumah untuk adek (tapi sejak aku kuliah, adek jadi bisa sih, ngerjain tugas-tugas yang laen).
5.         Sehebat-hebatnya wanita di luar rumah, dia tidak boleh melalaikan kewajibannya di dalam rumah. Setinggi apapun karier seoramg wanita, dia tetap harus tunduk dan melayani suaminya dengan baik.
Di dalam rumah, wanita itu jadi istri dan ibu. Dan untuk itu wanita harus menjalani peran tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ini bukan hanya sekedar ucapan, tapi beliau sendiri melaksanakannya. Yup, sebagai wanita pekerja memang seluruh waktunya tidak sepenuhnya berada di dalam rumah.tapi itu semua tidak berarti beliau melalaikan kewajibannya. Kami sekeluarga tidak pernah ditelantarkan, misal seperti urusan makan. Makan 3x sehari (atau lebih kalau mau) pasti tersedia dan sudah dipikirkan mama. Sekalipun untuk waktu-waktu tertentu ketika lagi tugas dinas luar gitu, pasti sudah dimasakin dulu. Kalo perginya beberapa hari, pasti sudah dimasakin lauk banyak, ada ayam, ikan, tahu, tempe yang sudah dibumbu tinggal digoreng aja. Yang jelas kami ga pernah merasa ditelantarkan.
6.         Kalo punya rizki, jangan lupa dibagi-bagi
Maksudnya dibagi-bagi kepada yang membutuhkan dan jangan lupa disedekahkan. Mama itu punya rizki sedikit aja, kalo bisa akan dibagi-bagi lagi ke orang lain. Kalo habis dari luar kota, bawaannya bisa dua kali lipat, karena pasti bawa oleh-oleh.
Mama juga pernah pesen ini (ini sms sih dari temen mama yang diceritain ke aku),"ketika pagi hari di jumat terbangun dan mendengar burung-burung berkicau, ingatlah dan mulai berpikir ,'hari ini siapakah orang yang akan aku nafkahi?'".
Maksudnya Jumat itu kan hari yang baik, baik juga untuk bersedekah, mama menginagtkanku untuk tidak lupa menyisihkan harta. Mama sendiri sudah menjalankan amalan tersebut (insya Allah dan semoga ke depannya tetep istiqomah). Semoga bisa meniru ini..
Hmm..apa lagi y..sepertinya itu dulu aja, masih banyak sebenernya tapi bingung nulisnya…Yang lebih penting kan bukan sekedar mengingat nasehat-nasehat tersebut, tetapi juga menjalankan nasehat tersebut. semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga kita termasuk anak yang berbakti kepada orang tua. Amiin..

Sabtu, 17 Juli 2010

Kerja itu Susah ya,,??!!

"Kerja itu yang susah bukan kerjaanya, tapi human nya.."



Itu kata-kata mama waktu jaman jadi pengangguran..sekarang, setelah 6 bulan kerja, dirasa-rasa mang bener seperti itu..kerjaanya itu sebenernya relative ga susah..dipikir, kerjanya Cuma gitu2 aja..kadang malah kerjaanya monoton, jadi ga pake mikir panjang pun dah otomatis ngerti dengan kerjaan itu..:)

Yang susah adalah manusianya..ya manusia dalam konteks diri sendiri, ya manusia dalam konteks orang lain..ini nih, bagian-bagian yang menurutku (yang aku rasain sih..) masih merasakan susahnya kerja..:

1.      Kerjaan yang membosankan
Kadang dapet nih, kerjaan yang ngebosenin. Habisnya kerjaan itu monoton dan rasanya tuh kerjaannya ga slesai-slesai..dah hampir selesai, dateng lagi kerjaan yang sama..wuih..itu bayangin aja dah kliatan sangat menyebalkan ya..apalagi masih fresh graduate gini, idealisme masih tinggi, jadi kadang mikir, ilmuku selama kuliah mau dikemanain  ya..?ga kepake ini..:(
2.      Kerjaan numpuk, dan ga tau mana yang harus diprioritaskan
Buat pegawai baru kaya aku ini, agak susah sih membedakan mana kerjaan yang prioritas dan bukan prioritas. Apalagi kalo harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tampaknya harus diselesaikan dengan segera. Apalagi tugas itu sama-sama merupakan tupoksi.. Bingung tuh..Jadi di kantor, salah satu tupoksiku adalah mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan tata usaha di bagianku. Salah satunya adalah mengurusi persuratan keluar dan masuk. Sebagai pegawai tata usaha, itu artinya aku berada di bawah ketiga kasubbag dan satu kabag (ini kaya jabatan lintas subbagian gitu..). namanya di kantor, komunikasi utama kan lewat persuratan.jadi harus teliti melihat mana surat yang harus segera ditindaklanjuti atau masih bisa ditunda . Tapi, menurut struktiuralnya, aku adalah staf salah di salah satu subbag. Jadi ada tuposi khusus di subbag itu (di luar mengurusi perusuratan). Kadang bingung ketika tugas dari subbag itu butuh untuk cepat, tetapi di luar itu ada persuratan juga yang harus segera ditindaklanjuti. Pusing juga kalo lagi di sikon gitu. Sama-sama harus cepet, sama-sama tupoksi..akhirnya semua kerjaan dikerjain buru-buru biar semua bisa kepegang..atau kadang harus kerja multitasking..dua kerjaan dikerjain bareng..kalo dah gini bisa jadi kaya bola bekel..lari sini lari sana..hhe..efek buruknya kerjaan jadi ga sama-sama beres. Dalam arti ngerjainnya jadi terkesan separo-separo. Kalo ini, jelas aku yang salah. Sepertinya untuk ke depannya harus lebih bisa membagi kerjaan-kerjaan itu dalam skala prioritas.
3.      Susah ketika harus bersinergi dengan teman kerja
Yang namanya kerja itu ga bisa lah kita kerja sendiri. Pasti akan selalu berhubungan dengan orang lain. Minimal berhubungan dengan temen-temen di satu kerjaan. Bagian susahnya adalah mensinergikan otak dari sekian orang untuk bisa kerja sama. Sepertinya di bagian ini yang mungkin kadang akan banyak "makan ati".hehe..
Masalah umur ini juga jadi kesulitan sendiri. Di kantor itu nyampur, orang yang umurnya udah banyak (alias sudah senior) dan orang-orang yang umurnya baru sedikit (alias masih junior). Jaman mereka dan jaman kita adalah beda, jadi pemikiran pun akan beda juga. senioritas jelas akan menjadi factor kesulitan untuk berkomunikasi menyamakan persepsi. Apalagi jika temen kerja itu umurnya sudah jauuh di atas n jauuhh lebih senior.. yang aku rasain sekarang sih gitu, beda pemikiran jadi sedikit susah. apalagi karena seniornya, jadi kadang merasa punya dua atasan langsung. Dan itu bener-bener ga mudah, berada di bawah dua perintah. Apalagi posisiku saat ini adalah junior yan ga ngerti apa2,yang masih harus banyak belajar.. jadi ya, disuruh ini, ya kerjain ini. disuruh itu, ya kerjain itu.…-_-"
Poinnya mungkin itu kali yang kadang buat gemes kalo lagi kerja...hhe....kalo masalah pekerjaannya sendiri, mungkin ga terlalu rumit, atau minimal pekerjaan itu bisa lah dipelajari.. Bener kali, ada yang bilang (lupa, sapa yang bilang), "belajar itu adalah pekerjaan yang paling mudah". Jelas mudah ya, kan klo belajar udah jelas materi yang mau dipelajari apa,, bahannya jelas, ada yang ngajarin. Trus tinggal dipelajari aja. Tapi kalo kerja, kadang kita ga ngerti, materi apa aja yang harus dikuasai. Semuanya dilakukan dengan learning by doing.
Oh ya, ada wejangan lagi ni dari mama, "kerja itu yang semeleh, dibuat santai, ga usah kemrungsung. Toh, kalo di pemerintahan, kerja gini atas nama instansi, jadi bakal kerja bareng, ga kerja sendiri-sendiri".  Yup, suka dengan wejangan ini. kerja itu memang harus dinikmati. Ga boleh dibuat stress. Kalo inget wejangan itu, jadi inget lagi untuk selalu meluruskan niat., untuk apa kita bekerja. Kalo kerja hanya diniatkan untuk mengejar harta atau jabatan, ya bakal capek itu karena sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas. Kerja diniatkan juga untuk ibadah, biar ada sinergi antara kehidupan dunia dan akhirat (bener kan ya..???!).mungkin baru itu yang bisa jadi solusi. Mungkin baru itu sih,yang  bisa dilakukan buat mengatasi masalah-masalah itu. menikmati saja apa yang ada sekarang. Bekerja dengan baik ikhlas saja..apa-apa yang ga enak disenyumin aja..:)

Hmm..,,ni tulisan jadi curhat lagi ya..haha..tapi ini curhat bukan bermaksud untuk mengeluh, ataupun menjadi tidak bersyukur atas pekerjaan sekarang kok. Cuma pengen mengeluarkan uneg-uneg aja, trus di share..sapa tau bisa dapet pencerahan..:)

Jumat, 09 Juli 2010

Reflection

To be white or to be black...
To be true or to be false...
To be honest or to be lie...
To be better or to be worse...

Since everything has changed...
It won't be same any more...

As the time runs..
As the years goes by..
As the age gets older..

Only wisdom…
Which lead you to the right one..

====================================================

Ya Rabb..tunjukanlah padaku bahwa yang baik itu baik..
Dan yang buruk itu buruk…
Berkahilah aku dalam setiap langkahku..
Hiasi hatiku dengan cahayaMu..

Jadikanlah aku orang yang bermanfaat..
Menjadi anak yang berbakti kepada orang tua..

Ya Rabb..jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur atas segala nikmatMu..
Amiin ya Rabb…